Tim dari Kota Batu berhasil keluar sebagai juara pada Grand Final Kapolda Jatim Cup E-Sport Competition 2026 yang digelar di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim. Laga puncak itu mempertemukan tim Kota Batu dengan tim dari Kabupaten Jember setelah turnamen Mobile Legends melibatkan 3.665 peserta dari 733 tim di seluruh Jawa Timur.
Ajang ini menjadi sorotan karena tidak hanya mempertemukan banyak gamer, tetapi juga menempatkan e-sport sebagai ruang pembinaan generasi muda. Polda Jawa Timur memosisikannya sebagai wadah pencarian bibit atlet menuju Kapolri Cup E-Sport 2026.
Ruang pembinaan, bukan sekadar turnamen
Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto menilai e-sport telah menjadi ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan karakter. Karena itu, kompetisi seperti ini diarahkan agar potensi gamer muda tidak berhenti di level hobi.
Menurut Bimo, tujuan penyelenggaraan ini adalah melahirkan atlet e-sport berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa kompetisi ini ditempatkan sebagai bagian dari pembinaan, bukan semata ajang mencari pemenang.
Basis gamer muda di Jawa Timur cukup besar
PB ESI Jawa Timur mencatat ada sekitar 50 ribu gamer di Jawa Timur. Mayoritas berusia sekitar 19 tahun, dan 44 persen di antaranya bermain Mobile Legends.
Data tersebut menunjukkan besarnya ekosistem gamer muda di daerah ini. Kondisi itu dinilai membutuhkan pembinaan yang positif agar potensi mereka bisa diarahkan menjadi prestasi.
| Data Utama | Keterangan |
|---|---|
| Peserta | 3.665 gamer |
| Tim | 733 tim |
| Game | Mobile Legends |
| Juara | Tim dari Kota Batu |
| Lawan final | Tim dari Kabupaten Jember |
Peringatan soal ancaman di ruang digital
Di tengah pesatnya aktivitas digital, Kombes Bimo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kejahatan siber. Ia menyebut penipuan online, phishing, pencurian data pribadi, peretasan akun, hoaks, judi online, hingga penyalahgunaan media sosial.
Pesan itu menegaskan bahwa ruang digital tidak hanya menawarkan peluang, tetapi juga risiko yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, masyarakat didorong menjadi warga digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang siber Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar tetap aman, sehat, dan produktif. Harapan itu sejalan dengan tujuan turnamen yang ingin membangun prestasi sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
