Mulai 13 Oktober 2026, Microsoft akan benar-benar menutup akses Publisher dari rangkaian produktivitasnya. Di saat yang sama, beberapa versi Windows lama juga ikut masuk daftar yang tidak lagi didukung, sehingga pengguna yang masih bertahan di sistem lawas perlu segera bersiap.
Bagi banyak pengguna Windows, langkah ini terasa penting karena menyentuh dua sisi sekaligus. Satu sisi adalah aplikasi desktop publishing yang sudah hadir sejak 1991, sementara sisi lain adalah sistem operasi dan paket kerja yang selama ini masih dipakai di sejumlah perangkat.
Publisher masuk masa akhir
Publisher selama ini dikenal sebagai alat desain grafis ringan untuk kebutuhan publikasi. Aplikasi ini memang sempat tertinggal dari perkembangan Office lain, termasuk saat Office 2007 belum langsung mengadopsi toolbar ribbon dan baru mengikuti pada 2010.
Penghentian Publisher mencakup status LTSC miliknya serta Publisher 2024. Microsoft juga memastikan tidak akan ada versi baru Publisher di iterasi berikutnya dari suite software tersebut.
Bagi pengguna yang masih menyimpan file .pub, Microsoft masih menyediakan layanan online gratis untuk membukanya. Namun, untuk kebutuhan kerja jangka panjang, pengguna perlu mulai mempertimbangkan pengganti lain.
Windows 11 SE ikut ditinggalkan
Selain Publisher, Microsoft juga mengonfirmasi bahwa Windows 11 SE tidak akan mendapat pembaruan lanjutan. Sistem operasi ringan ini dulu dibuat untuk menantang ChromeOS dan Chromebook di sektor pendidikan.
Microsoft bahkan sempat merilis Surface SE dengan harga $250, tetapi kecil kemungkinan ada penerus dari lini itu. Perusahaan kemudian menyarankan pengguna untuk beralih ke perangkat yang mendukung edisi Windows terbaru.
Langkah ini menunjukkan bahwa arah pengembangan Microsoft kini bergerak menjauh dari produk yang dulu disiapkan untuk segmen pendidikan yang lebih sederhana. Bagi sekolah dan pengguna perangkat lama, keputusan ini berarti migrasi menjadi pilihan yang sulit dihindari.
Versi Windows dan produk lama lain ikut terdampak
Masalahnya tidak berhenti pada Windows 11 SE. Windows 11 versi 23H2 dan 24H2 juga sudah masuk daftar yang tidak lagi didukung, sehingga pengguna di dua versi tersebut perlu melakukan pembaruan.
Tanpa dukungan, perangkat menjadi lebih rentan terhadap ancaman dari pihak berbahaya. Karena itu, tekanan untuk pindah ke versi Windows yang lebih baru kini makin terasa jelas bagi pengguna yang masih bertahan.
Di luar produk yang paling dikenal konsumen, Microsoft juga menutup sejumlah aplikasi yang lebih sering dipakai di lingkungan kerja TI. Daftarnya mencakup Advanced Threat Analytics, Application Virtualization 5.0 dan 5.1, serta produk lama seperti SQL Server dan Project Server 2016.
Advanced Threat Analytics sendiri sebenarnya sudah berada di jalur pensiun sejak 2020. Penerus berbasis cloud untuk layanan itu adalah Azure Advanced Threat Protection.
Pilihan pengganti masih ada, tetapi tidak tanpa batasan
Untuk pengguna Publisher, Scribus menjadi salah satu alternatif yang paling direkomendasikan karena bersifat open source dan menawarkan cara kerja yang lebih transparan. Ada juga opsi lain, tetapi masing-masing memiliki keterbatasan.
Adobe InDesign masih termasuk salah satu aplikasi desktop publishing teratas. Namun, pengguna perlu berlangganan Adobe untuk memakainya.
Affinity Publisher 2 juga mengalami perubahan besar setelah Serif diakuisisi oleh Canva pada 2024. Aplikasi itu dihentikan dan dibundel ke dalam paket Affinity gratis dari Canva.
Gelombang penghentian ini memperlihatkan bahwa 2026 menjadi tahun besar bagi pemutakhiran ekosistem Microsoft. Bagi pengguna Windows 11 dan pengguna Office yang masih bergantung pada Publisher, waktu untuk berpindah sekarang semakin mendesak.







