Dua Tanker Meledak di Selatan Selat Hormuz, Iran Sebut Jalur Dipaksa AS Tak Aman

Author: Redaksi Android62

Dua kapal tanker minyak dilaporkan meledak ketika berupaya melintasi rute di sebelah selatan Selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Iran menyatakan kedua kapal tidak dapat meneruskan pelayaran setelah insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menempatkan keamanan jalur energi di kawasan Teluk dalam perhatian. Selat Hormuz merupakan kawasan yang tengah dibayangi peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Tuduhan Iran terhadap Militer AS

Korps Garda Revolusi Iran menuding kedua tanker itu memasuki jalur yang tidak aman karena tekanan dan paksaan militer Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin dini hari.

Menurut Iran, rute di selatan Selat Hormuz telah dipandang berisiko di tengah konflik regional. Teheran menyatakan kapal-kapal tetap menghadapi ancaman bila melintas di kawasan itu selama agresi AS berlanjut.

Peringatan Iran tidak hanya ditujukan kepada kapal pengangkut minyak. Mereka juga menyebut pengiriman gas dan pupuk melalui jalur tersebut berpotensi menghadapi risiko keselamatan.

IRGC turut menyampaikan ancaman pembalasan terhadap tindakan yang mereka anggap ilegal serta melanggar hukum. Namun, pernyataan itu tidak memuat rincian mengenai bentuk tindakan yang dimaksud.

Identitas Kapal Belum Dijelaskan

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas dua tanker yang disebut mengalami ledakan. Tingkat kerusakan maupun kondisi awak kapal juga belum dijelaskan dalam pernyataan Iran.

Informasi yang tersedia hanya menyebut kedua kapal tidak mampu melanjutkan perjalanan. Belum ada keterangan yang memastikan penyebab ledakan tersebut.

Di lokasi terpisah, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris atau UKMTO melaporkan sebuah kapal terbakar di perairan sekitar delapan mil laut barat laut Kumzar, Oman. Penyebab kebakaran itu belum dapat diverifikasi.

Laporan UKMTO muncul di sekitar kawasan Selat Hormuz, tetapi belum ada penjelasan yang menghubungkannya dengan dua tanker yang disebut oleh Iran. Dengan demikian, kedua informasi itu masih merupakan laporan terpisah.

Konflik Regional Menekan Pelayaran

Menurut VIVA, Iran menggunakan insiden tersebut untuk mengulangi peringatan kepada Amerika Serikat mengenai bahaya pelayaran komersial. Teheran menilai konflik yang berlanjut akan memperbesar ancaman bagi rute perdagangan di kawasan.

Ketegangan antara AS dan Iran disebut meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset AS.

Kedua negara sebelumnya sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan itu ditujukan untuk mengakhiri konflik dan mendorong perdamaian jangka panjang.

Namun, ketegangan kembali meningkat pada pekan lalu akibat sengketa di Selat Hormuz. Perselisihan itu kemudian memicu aksi saling serang antara kedua negara.

Insiden terhadap tanker memperlihatkan bahwa keselamatan pengiriman energi masih rentan selama konflik belum mereda. Iran menegaskan risiko tetap membayangi kapal yang membawa minyak, gas, maupun pupuk di kawasan tersebut.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru