Ducati Indonesia resmi membawa DesertX V2 ke Tanah Air dengan pembaruan yang menyentuh hampir seluruh sektor teknis. Motor adventure ini diposisikan sebagai jawaban bagi konsumen premium yang menginginkan moge tualang dengan karakter lebih canggih dan tetap menyenangkan dikendarai.
Pembaruan paling penting terlihat pada mesin V2 890 cc dua silinder yang digunakan DesertX V2. Ducati mengklaim unit ini sebagai mesin paling ringan di seluruh lini produknya, dengan tenaga maksimum 110 Hp dan torsi puncak 92 Nm.
Mesin lebih ringan, karakter lebih siap jelajah
Karakter mesin tersebut dipasangkan dengan rasio gigi yang disetel khusus untuk kebutuhan adventure. Empat gigi pertama dibuat lebih pendek agar motor lebih mudah melewati rintangan, sedangkan gigi keenam dibuat lebih panjang untuk membantu efisiensi bahan bakar dan kenyamanan saat melaju cepat.
Rangka monokok juga menjadi bagian dari perubahan besar pada DesertX V2. Struktur ini diklaim memberi bobot lebih ringan, handling lebih presisi, serta akses yang lebih mudah ke komponen jantung pacu.
Desain sasis dan suspensi ikut dikalibrasi ulang
Ducati menyebut sasis monokok membuat motor lebih stabil saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Di bagian lain, tangki bensin didesain ulang agar lebih ramping sehingga pengendara punya ruang gerak lebih leluasa saat bermanuver.
Suspensi baru turut hadir untuk mendukung kemampuan serba medan tersebut. Kombinasi pelek 21 inci di depan dan 18 inci di belakang, yang dibalut ban Pirelli Scorpion Rally STR, diarahkan untuk memberi performa baik di berbagai kondisi jalan.
Riding Mode untuk jalan raya dan jalur tualang
DesertX V2 juga dibekali beragam Riding Mode agar karakter motor bisa menyesuaikan kondisi jalan. Pengendara dapat memilih Sport, Touring, Urban, Enduro, Rally, atau Wet sesuai kebutuhan.
Fitur ini membuat motor lebih fleksibel digunakan di jalan raya maupun jalur tualang. Ducati menempatkannya sebagai bagian dari upaya menghadirkan kontrol yang lebih baik di berbagai medan.
Basis pengembangan dari lintasan ekstrem
DesertX V2 lahir dari pendekatan kompetisi di lintasan yang berat. Ducati mengaitkannya dengan ajang seperti Enduro Erzbergrodeo di Austria, Rally of Albania, Rally Transanatolia, hingga penjelajahan 1.500 kilometer gurun dalam NORRA Mexican 1000 Rally.
Meski tetap membawa DNA DesertX sebelumnya, Ducati memberi penyesuaian besar pada detail teknisnya. Pendekatan ini membuat motor tersebut terasa lebih siap dipakai di medan berat tanpa meninggalkan karakter adventure yang sudah melekat.
Dukungan purnajual ikut diperkuat
Bersamaan dengan peluncuran DesertX V2, Ducati Indonesia juga mengumumkan lokasi diler dan bengkel resmi baru di Jl. RC. Veteran Raya No. 68, Tanah Kusus, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Lokasi baru itu berfungsi sebagai pusat layanan purnajual, termasuk perawatan, perbaikan, pembelian aksesori, dan suku cadang resmi. Ducati menyebut relokasi flagship store ke kawasan Pondok Indah ini sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman kepemilikan pelanggan.
COO Ducati Indonesia, Eja Donalsha, menyebut kehadiran model ini sebagai komitmen untuk terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan para Ducatisti di Indonesia. Strategi itu sekaligus dipakai untuk memperkuat portofolio Ducati di pasar Indonesia.
