TOYOTA GAZOO Racing Indonesia pulang dari Sirkuit Mandalika dengan hasil yang sangat kuat setelah dua pembalapnya sama-sama naik podium pada Kejurnas ITCR 1200 2026 seri kesatu dan kedua. Dalam persaingan yang sudah semakin rapat, tim ini berhasil menunjukkan All New Agya Stylix tetap kompetitif di kelas tersebut.
Nama yang paling mencuri perhatian adalah Farrel Raffelyno Augusto, pembalap berusia 16 tahun yang langsung mencatat debut menjanjikan di touring car. Pada seri kedua, ia bukan hanya tampil lebih tajam, tetapi juga menjadi pembalap non-seeded pertama yang menembus babak kualifikasi superpole.
Farrel pecah rekor kecil di antara pembalap non-seeded
Farrel menorehkan kecepatan puncak 147,1 km/jam saat masuk superpole dan berhak memulai balapan dari grid keempat. Modal itu kemudian berbuah manis ketika ia finis pertama di kelas Non-Seeded pada seri kedua dengan total waktu 26 menit 42,997 detik.
Pada seri perdana, hasil Farrel juga sudah cukup menjanjikan karena ia menutup lomba di posisi keempat kelas Non-Seeded. Dari situ, performanya berkembang pesat hanya dalam hitungan satu malam jeda antarseri.
Amato menjaga konsistensi di kelas Seeded A
Di sisi lain, Amato Rudolph tampil stabil di kelas tertinggi Seeded A. Dengan All New Agya Stylix, ia finis ketiga overall pada balapan pertama hari Sabtu melalui catatan 26 menit 31,505 detik.
Performa Amato meningkat pada balapan kedua hari Minggu. Ia naik ke posisi kedua overall dengan waktu 26 menit 32,870 detik dan menambah koleksi podium untuk TGRI.
Amato menilai musim ini akan berjalan lebih berat karena para peserta sudah lebih mengenal karakter sirkuit, cuaca, dan lawan. Ia juga menilai dukungan engineer yang memahami kebutuhan pembalap membuat TGRI mampu memaksimalkan performa untuk mengejar podium juara Kejurnas ITCR 1200 secara beruntun.
Setelan mobil berubah, hasil ikut membaik
Keberhasilan TGRI tidak lepas dari kerja teknisi yang memanfaatkan jeda semalam setelah seri pertama. Dari evaluasi mobil dan masukan Amato serta Farrel, tim menyusun perbaikan setelan yang terasa efektif pada balapan berikutnya.
All New Agya Stylix tampil lebih responsif dan sanggup melahap 12 putaran Sirkuit Mandalika dengan performa yang lebih stabil. Perubahan itu menjadi pembeda penting di tengah ketatnya persaingan kelas ITCR 1200.
Persaingan makin padat di ITCR 1200
Kejurnas ITCR 1200 2026 di Mandalika diikuti 33 starter dari berbagai tim pabrikan dan privateer. Dari jumlah itu, 13 pembalap dari 9 tim berbeda menggunakan All New Agya Stylix sebagai mobil andalan mereka.
Popularitas mobil tersebut juga ikut terdorong setelah ajang Krida Agya One Make Race (OMR). Hasil Amato dan Farrel di Mandalika kemudian memperkuat posisi TGRI sebagai salah satu tim yang paling menonjol pada awal musim balap touring.
Dengan satu pembalap senior yang konsisten di podium dan satu debutan muda yang langsung pecah superpole, TGRI menutup akhir pekan balap di Mandalika dengan pesan yang jelas: All New Agya Stylix masih punya daya saing kuat saat kompetisi mulai memanas.
