Dugaan Hantavirus di MV Hondius Menewaskan Tiga Penumpang, Penyelidikan di Tengah Atlantik Berlanjut

Author: Redaksi Android62

Sedikitnya tiga penumpang kapal pesiar meninggal dunia dan tiga orang lainnya jatuh sakit setelah muncul dugaan wabah hantavirus di atas MV Hondius. Kapal itu kini berlabuh di Praia, ibu kota Cape Verde, sementara pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan epidemiologi masih berjalan untuk mencari sumber pasti infeksi.

Situasi ini menjadi perhatian karena hantavirus biasanya dikaitkan dengan paparan rodensia, bukan dengan perjalanan kapal pesiar di tengah laut. Dari enam orang yang menunjukkan gejala, baru satu kasus yang dipastikan lewat pemeriksaan laboratorium, sedangkan lima lainnya masih berstatus dugaan.

Evakuasi dan penanganan medis masih dipantau

WHO mengatakan pihaknya ikut membantu koordinasi antara negara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis dua penumpang bergejala. Lembaga itu juga menilai risiko kesehatan masyarakat bagi penumpang lain yang masih berada di atas kapal.

Oceanwide Expeditions, operator MV Hondius, menyebut kapal membawa 170 penumpang dan 71 awak, termasuk satu dokter. Perusahaan itu menegaskan fokus utama saat ini adalah keselamatan dan kesehatan semua orang di kapal.

Pada Minggu pukul 23.00 CET, otoritas Cape Verde belum mengizinkan penumpang turun dari kapal untuk mencari perawatan medis. Oceanwide Expeditions juga mengatakan otoritas kesehatan setempat telah memeriksa dua awak yang menunjukkan gejala dan membutuhkan penanganan mendesak.

Korban jiwa dan kondisi yang masih ditangani

Perusahaan itu menyebut tiga korban meninggal adalah penumpang kapal. Satu korban adalah pria berusia 70 tahun yang meninggal di atas kapal, lalu jenazahnya dibawa ke Saint Helena menurut Kementerian Kesehatan Afrika Selatan yang dikutip AP.

Istri pria tersebut kemudian kolaps di bandara di Afrika Selatan saat hendak terbang pulang ke Belanda, negara asalnya, dan meninggal di rumah sakit. Dua korban jiwa lainnya diketahui berkewarganegaraan Belanda, menurut juru bicara kementerian luar negeri Belanda kepada Reuters.

Seorang warga negara Inggris yang jatuh sakit setelah kapal meninggalkan Saint Helena kini dirawat di Johannesburg, kata otoritas kesehatan Afrika Selatan. Oceanwide Expeditions menyebut belum ada keputusan soal pemindahan awak yang juga menunjukkan gejala agar mendapat perawatan.

Asal perjalanan kapal ikut menjadi sorotan

Data MarineTraffic menunjukkan MV Hondius berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar tujuh minggu lalu. Kapal berbendera Belanda itu sempat singgah di Antartika dan wilayah seberang laut Inggris, Saint Helena, sebelum akhirnya berlabuh di Cape Verde.

Kementerian Kesehatan provinsi Tierra del Fuego, tempat Ushuaia berada, mengatakan belum pernah ada kasus hantavirus yang dilaporkan di provinsi itu. Hal ini membuat asal mula infeksi di kapal terasa janggal bagi sejumlah pihak yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.

Scott Miscovich, dokter keluarga sekaligus presiden dan CEO Premier Medical Group, mengatakan sangat tidak biasa bila wabah hantavirus terjadi di kapal yang tidak berlayar ke wilayah endemik. Ia menilai kapal seharusnya segera dibawa ke darat agar semua orang di atasnya dapat dievaluasi.

Mengapa hantavirus dianggap serius

CDC menjelaskan manusia paling sering terinfeksi hantavirus melalui kontak dengan rodensia seperti tikus dan mencit, terutama urine, kotoran, dan air liurnya. Satu-satunya jenis yang diketahui dapat menular antarmanusia adalah Andes virus, dan itu pun jarang.

Jenis hantavirus di Belahan Bumi Barat dapat menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome, sementara jenis yang banyak ditemukan di Eropa dan Asia juga bisa memicu penyakit ginjal parah. Gejala awal meliputi kelelahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, pusing, menggigil, dan gangguan perut.

Pada tahap lanjut, pasien dapat mengalami batuk, sesak napas, dan dada terasa tertekan. CDC menyebut tidak ada obat khusus untuk hantavirus selain perawatan gejala, dan pasien dengan gangguan napas berat mungkin perlu diintubasi.

Penyakit ini memang jarang, tetapi tergolong sangat mematikan. CDC memperkirakan sekitar 38 persen orang yang berkembang menjadi gejala pernapasan dapat meninggal, dan angka itu bisa lebih tinggi pada pasien lanjut usia atau yang mengalami gangguan imun.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru