Duta Antihoaks Jakarta 2026 Cari Pelajar Terbaik, Tiap SMA Negeri Hanya Loloskan Satu

Author: Redaksi Android62

Setiap SMA Negeri di DKI Jakarta hanya dapat mengirim maksimal lima siswa untuk seleksi administrasi Duta Antihoaks Jakarta 2026. Dari nama yang diajukan, hanya satu peserta terbaik dari tiap sekolah yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.

Pembatasan ini membuat seleksi menjadi kompetitif sejak awal. Peserta yang terpilih nantinya berpeluang menjadi penggerak literasi digital selama satu tahun di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Menjadi Penggerak Melawan Hoaks

Program Duta Antihoaks Jakarta 2026 bertujuan membekali pelajar dengan kemampuan mengenali, memverifikasi, dan menangkal informasi palsu di ruang digital. Para peserta juga akan didorong menjadi agen edukasi yang mengajak masyarakat menggunakan internet secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab.

Duta yang dikukuhkan akan berkolaborasi dengan Tim Jalahoaks Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan literasi digital. Selama menjalankan program, tiap peserta akan didampingi guru pendamping dari sekolah masing-masing sesuai ketentuan.

Peserta terpilih memperoleh SK atau sertifikat penugasan selama satu tahun. Mereka juga berkesempatan menjadi edukator literasi digital, mendapat pengalaman sebagai pemeriksa fakta junior bersama Jalahoaks, serta terlibat dalam jejaring komunitas literasi digital tingkat nasional.

Lima Tahap yang Harus Dilalui Peserta

Seluruh rangkaian seleksi Duta Antihoaks Jakarta 2026 tidak dipungut biaya. Tahapannya mencakup seminar, pelatihan, pelaksanaan proyek, hingga presentasi akhir di hadapan dewan juri.

Tahap Kegiatan Fokus atau Hasil
1 Seminar literasi digital dan seleksi awal Peserta mengikuti seminar serta penyaringan tahap pertama
2 Pelatihan internal Pemeriksaan fakta, pre-bunking, keamanan digital, dan demokrasi digital
3 Pelatihan Duta Antihoaks Materi lanjutan dan seleksi peserta terpilih
4 Proyek literasi digital Pelaksanaan program di sekolah atau masyarakat sekitar
5 Penjurian dan pengukuhan Presentasi proyek serta penetapan duta

Tahap pertama dimulai dengan Seminar Literasi Digital yang menjadi bagian dari seleksi awal. Peserta yang lolos kemudian mengikuti pelatihan internal dengan pembahasan pemeriksaan fakta, pre-bunking, keamanan digital, dan demokrasi digital.

Pada pelatihan Duta Antihoaks, materi dikembangkan lebih mendalam. Peserta akan mempelajari pemeriksaan fakta lanjutan, perancangan program, kemampuan berbicara di depan umum, serta pembuatan konten digital.

Setelah itu, peserta diminta merancang dan menjalankan proyek literasi digital selama kurang lebih satu bulan. Kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di sekolah atau di lingkungan masyarakat sebelum hasilnya dikumpulkan untuk dinilai.

Penilaian akhir dilakukan melalui presentasi proyek di hadapan dewan juri. Dewan juri akan menetapkan satu siswa dan satu siswi sebagai Duta Antihoaks Jakarta 2026 yang akan dikukuhkan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Pendaftaran Awal Khusus SMA Negeri

Penyelenggaraan perdana program ini pada 2026 khusus ditujukan bagi siswa dan siswi SMA Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Jalahoaks menjelaskan pembatasan peserta pada tahap awal diperlukan agar mekanisme program dapat dievaluasi sebelum diperluas pada tahun berikutnya.

Setiap sekolah perlu menyeleksi calon yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen untuk mengedukasi lingkungan sekitarnya. Sistem satu peserta terbaik per sekolah diterapkan untuk membuka kesempatan yang lebih merata dalam proses seleksi.

Program ini juga menyediakan pendampingan bagi peserta dalam menjalankan kegiatan literasi digital di sekolah. Informasi mengenai ketentuan seleksi dan rangkaian kegiatan tersedia melalui laman Duta Antihoaks milik Jalahoaks.

Berita Terbaru