Eco Mine One Pro menarik perhatian justru karena membawa konsep yang tidak biasa untuk sebuah HP Android. Perangkat ini menggabungkan kamera flip, sistem operasi ganda berbasis AI, dan konektivitas global yang disebut bisa memberi akses internet dalam kondisi tertentu.
Dari sisi desain, ponsel ini tampil dengan bodi kotak minimalis berwarna jet black doff. Modul kameranya hanya satu, tetapi bisa diputar ke depan sehingga berfungsi sebagai kamera utama sekaligus kamera selfie.
Konektivitas global dengan batasan yang jelas
Salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan adalah Virtual SIM atau V-SIM untuk konektivitas global. Eco menawarkan paket internet berdasarkan wilayah, dengan Asia mulai dari 1GB/3 hari sekitar Rp300 ribuan dan paket global unlimited yang bisa menembus jutaan rupiah per bulan.
Namun, layanan itu tidak benar-benar tanpa batas. Pengguna tidak bisa memakai hotspot, tidak bisa telepon atau SMS, dan koneksi hanya tersedia untuk data di perangkat.
Mode AI jadi pusat pengalaman
Eco Mine One Pro memakai dua sistem operasi, yakni Android 15 standar dan Eco AIOS berbasis AI. Mode Eco AIOS menjadi ruang utama untuk fitur cerdas yang disiapkan perusahaan untuk penggunaan harian.
Di dalamnya ada lima fitur utama, yaitu AI Chat untuk percakapan seperti chatbot, AI Podcast untuk mengubah teks menjadi suara, AI Translate untuk terjemahan suara real-time, AI Study untuk menjawab soal dari foto, dan AI Note yang bisa merekam lalu membuat ringkasan otomatis. Fitur internet gratis berbasis NovaLink juga aktif di mode ini.
Layar mini dan performa kelas menengah
Di bagian depan, perangkat ini memakai layar 4,02 inci AMOLED dengan refresh rate 90Hz. Resolusinya disebut tinggi di kelas mini smartphone, tetapi ukuran panel yang kecil membuat aktivitas seperti scrolling, chatting, dan bermain gim terasa kurang nyaman.
Dari sisi mesin, Eco Mine One Pro dibekali MediaTek Helio G99, RAM 8GB, storage 256GB, dan Android 15. Kombinasi ini masih memadai untuk kebutuhan harian, tetapi jelas tidak ditujukan untuk mengejar performa flagship.
Baterai menjadi kelemahan paling nyata
Di balik pendekatan futuristiknya, sektor baterai justru menjadi titik lemah yang paling terlihat. Kapasitasnya hanya 2.200 mAh, dengan screen-on time sekitar 2,5 jam dan waktu pengisian penuh sekitar 1 jam.
Untuk ukuran HP 2026, daya tahan seperti itu tergolong sangat rendah. Karena itu, Eco Mine One Pro lebih tepat dipahami sebagai produk konsep yang mengutamakan ide dan eksperimen teknologi, bukan efisiensi pemakaian sepanjang hari.
Posisi itu juga terlihat dari harga jualnya yang berada di sekitar Rp 8 jutaan untuk preorder resmi. Dengan kombinasi kamera flip, dua sistem operasi, dan fitur AI yang tidak umum, perangkat ini jelas menyasar pengguna yang mencari sesuatu yang berbeda dari HP Android pada umumnya.







