Xiaomi menyiapkan garis produk yang sangat lebar di Indonesia, dari HP Rp1 jutaan hingga perangkat premium yang serius di sektor fotografi. Di ujung tertinggi, Xiaomi 17 Ultra menjadi model yang paling mencolok karena membawa kamera telefoto 200 MP dan penyimpanan hingga 1 TB.
Pada model itu, Xiaomi juga menyematkan teknologi aperture variabel. Fitur ini memberi fleksibilitas pengaturan bukaan lensa sesuai kebutuhan cahaya, sehingga posisinya jelas mengarah ke pengguna yang menempatkan kamera sebagai prioritas utama.
Seri Redmi Note semakin padat di kelas menengah
Di bawahnya, Redmi Note 15 Series mengisi kelas menengah dengan pendekatan yang tetap agresif. Redmi Note 15 4G hadir dengan kamera utama 108 MP, baterai 6.000 mAh, serta penyimpanan internal hingga 256 GB.
Versi 5G dari seri yang sama menambah nilai dari sisi performa. Redmi Note 15 5G memakai Snapdragon 6 Gen 3, tetap membawa kamera 108 MP, dan sudah dilengkapi Optical Image Stabilization atau OIS untuk menjaga hasil foto serta video lebih stabil.
Untuk pengguna yang mengincar spesifikasi lebih tinggi, Redmi Note 15 Pro 5G menawarkan kamera 200 MP, baterai 6.580 mAh, dan sertifikasi IP69. Kombinasi itu membuatnya tampil kuat untuk penggunaan harian yang berat sekaligus memberi ketahanan ekstra terhadap debu dan air bertekanan tinggi.
Posisi paling atas di keluarga Redmi ditempati Redmi Note 15 Pro Plus 5G. Xiaomi membekalinya dengan Snapdragon 7s Gen 4, baterai 6.500 mAh, dan fast charging 100 watt untuk pengguna yang membutuhkan tenaga besar serta pengisian cepat.
Dari kelas murah hingga flagship ringkas
Di sisi paling terjangkau, Redmi A7 Pro hadir sebagai pintu masuk bagi konsumen yang sensitif terhadap harga. Dengan banderol sekitar Rp1 jutaan, ponsel ini sudah menawarkan layar 120Hz dan baterai 6.000 mAh.
Kombinasi tersebut membuat Redmi A7 Pro tetap relevan untuk kebutuhan dasar yang paling sering dipakai setiap hari. Menonton video, membuka media sosial, dan berkomunikasi menjadi fokus utamanya, termasuk untuk pelajar, orang tua, atau pengguna ponsel kedua.
Masuk ke kelas premium, Xiaomi 17 tampil sebagai flagship kompak yang menekankan performa. Perangkat ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang disebut sebagai salah satu prosesor terkencang pada 2026.
Meski membawa layar 6,3 inci, Xiaomi 17 tetap datang dengan paket kelas atas. Ponsel ini mengandalkan empat kamera 50 MP dan baterai 6.330 mAh, sehingga menyasar pengguna yang menginginkan ukuran ringkas tanpa harus turun kelas.
Model eksklusif untuk pecinta fotografi
Selain lini Redmi dan Xiaomi 17, ada pula Leica Lights Phone yang diposisikan lebih eksklusif. Model ini mengusung konsep kamera profesional dalam bentuk smartphone dan ditujukan untuk segmen yang lebih spesifik.
Keunikan utamanya ada pada Leica Camera Ring. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur ISO, shutter speed, exposure, hingga zoom secara manual, sehingga pengalaman pengoperasiannya terasa lebih dekat ke perangkat fotografi khusus.
Untuk varian 16 GB/1 TB, Leica Lights Phone dipasarkan sekitar Rp29,9 juta. Harga tersebut menempatkannya sebagai perangkat yang lebih cocok untuk kolektor dan pecinta fotografi serius dibanding pengguna umum.
Secara keseluruhan, strategi Xiaomi di Indonesia terlihat semakin tegas: memberi pilihan luas tanpa meninggalkan pembeda di tiap segmen. Dari Redmi A7 Pro yang murah namun fungsional hingga Xiaomi 17 Ultra dengan telefoto 200 MP, persaingan HP resmi di pasar nasional kini makin rapat.







