Efek Sparkling Water Ternyata Kecil, Ini Batas Manfaatnya untuk Diet

Author: Redaksi Android62

Minum sparkling water tanpa gula memang bisa memberi sedikit keuntungan bagi orang yang sedang mengatur berat badan. Namun, sejumlah temuan baru menegaskan bahwa efeknya sangat terbatas dan tidak bisa dijadikan andalan utama untuk langsing.

Studi yang dimuat dalam BMJ Nutrition, Prevention & Health menyoroti peran karbon dioksida atau CO2 di dalam air berkarbonasi. Gas itu diduga membantu proses penyerapan glukosa dan metabolisme di dalam sel darah merah, tetapi para peneliti menyebut dampaknya masih kecil.

Efek Kenyang Ada, Tetapi Tidak Besar

Salah satu alasan sparkling water sering dipilih saat diet adalah sensasi perut yang terasa lebih penuh. Gas yang dilepaskan di lambung dapat memicu peregangan pada bagian bawah lambung sehingga membantu menekan rasa lapar untuk sementara.

Efek ini hanya berlaku pada sparkling water tanpa tambahan gula atau pemanis. Minuman bersoda manis tidak termasuk di dalam pembahasan manfaat ini karena kandungan kalorinya berbeda.

Aspek Temuan Catatan
Penyerapan glukosa Diduga terbantu oleh CO2 Masih sebatas dugaan dalam studi
Rasa kenyang Perut bisa terasa lebih penuh Berlaku pada sparkling water tanpa gula
Peran dalam diet Potensial membantu program penurunan berat badan Efeknya dinilai sangat kecil

Berangkat dari Temuan Lama tentang CO2

Gagasan bahwa CO2 dapat memberi efek pada tubuh ini merujuk pada riset hemodialisis yang dilakukan Akira Takahashi dan tim pada 2004. Dalam proses itu, CO2 masuk ke dalam darah, mirip dengan yang diduga terjadi ketika seseorang minum minuman berkarbonasi.

Dari mekanisme tersebut, para peneliti menduga ada kaitan antara karbonasi dan dukungan kecil terhadap penurunan berat badan. Meski begitu, Takahashi menegaskan bahwa manfaat itu tidak boleh dianggap sebagai solusi tunggal.

Bukan Pengganti Pola Makan dan Aktivitas Fisik

Menurut Takahashi, pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur tetap menjadi komponen penting dalam pengelolaan berat badan yang berkelanjutan. Dengan kata lain, sparkling water hanya bisa menjadi pelengkap, bukan penentu hasil diet.

Pendapat serupa juga disampaikan pelatih gaya hidup dan penurunan berat badan Emily Morse, NASM-CPT. Ia menilai manfaat air berkarbonasi memang ada, tetapi sangat kecil.

Sparkling water atau air berkarbonasi mungkin dapat membantu seseorang dalam program penurunan berat badan, tetapi manfaatnya sangat kecil,” kata Morse. Ia menambahkan bahwa pilihan antara air putih biasa dan sparkling water lebih bergantung pada preferensi masing-masing.

Perlu Waspada pada Efek Samping dan Kandungan Tambahan

Morse juga mengingatkan kemungkinan efek samping seperti perut kembung atau banyak gas setelah mengonsumsi minuman berkarbonasi. Karena itu, ia menyarankan agar orang memilih produk yang tidak mengandung gula tambahan, pemanis buatan, maupun bahan tambahan lain.

Ahli gizi Alanna Waldron, MS, RDN, turut menyarankan produk dengan komposisi yang sederhana. Namun bagi orang yang tidak menyukai minuman berkarbonasi, air putih biasa tetap disebut sebagai pilihan yang sangat baik.

“Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat sangat membantu perjalanan penurunan berat badan. Jadi, apakah Anda lebih nyaman minum air putih biasa atau sparkling water, pilihlah yang paling sesuai untuk Anda,” ujar Morse.

Berita Terbaru