Klaim efisiensi BYD M6 DM menjadi sorotan utama karena model ini disebut mampu menempuh hingga 65 km/liter. Angka tersebut membuatnya tampil sebagai opsi yang sangat menarik di segmen mobil keluarga, terutama bagi konsumen yang mencari kendaraan besar dengan konsumsi bahan bakar yang sangat hemat.
BYD memosisikan M6 DM sebagai crossover keluarga yang tetap membawa praktik sebuah MPV medium. Mobil ini juga sudah bisa dipesan di Indonesia, meski harga resminya belum diumumkan dan baru dijanjikan akan berada di level yang sangat kompetitif.
Pendekatan keluarga dengan karakter lebih gagah
Secara tampilan, M6 DM hadir dengan identitas yang lebih tegas dibanding versi listrik murninya. Di bagian depan, mobil ini memakai radiator grille trapesium berukuran besar untuk memberi kesan lebih kokoh.
Sisi sampingnya turut diperkuat over fender plastik hitam. Sentuhan itu membuat mobil terlihat lebih maskulin sekaligus menegaskan posisinya sebagai MPV crossover.
Di buritan, BYD menambahkan emblem “Cross” sebagai penanda identitas. Elemen ini memperjelas bahwa model tersebut memang disiapkan untuk kebutuhan yang lebih beragam, termasuk aktivitas luar ruangan.
Kabin tetap mengejar fungsi MPV
Walau tampil lebih garang, M6 DM tidak meninggalkan fungsi utamanya sebagai kendaraan keluarga. Kabinnya tetap disiapkan untuk tujuh penumpang dengan ruang kaki yang diklaim tetap akomodatif.
Fitur kenyamanan juga masih dipertahankan. Monitor hiburan berukuran 10,25 inci yang bisa diputar secara elektrik tetap digunakan di dalam kabin.
Selain itu, panoramic sunroof berukuran besar turut hadir. Kehadiran fitur ini membuat suasana kabin terasa lebih lapang, termasuk hingga baris ketiga.
DM-i jadi andalan utama
Nilai jual terbesar M6 DM ada pada sistem penggeraknya. BYD membekalinya dengan teknologi Dual Mode generasi kelima 5.0 yang memadukan mesin bensin 1.5-liter naturally aspirated siklus Atkinson dan motor listrik berperforma tinggi.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 75 kW atau 100 hp dengan torsi 125 Nm. Mesin tersebut juga memiliki rasio kompresi tinggi hingga 16:1.
Dalam pemakaian normal, motor listrik menjadi penggerak utama roda. Mesin bensin lebih sering bekerja sebagai generator untuk mengisi daya baterai, sehingga karakter akselerasinya tetap terasa seperti mobil listrik.
BYD menyebut M6 DM mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam dalam 9,1 detik. Saat daya baterai menurun, mesin bensin akan aktif otomatis untuk membantu pengisian ulang atau ikut mendorong roda ketika dibutuhkan, termasuk saat melaju di jalan bebas hambatan.
Efisiensi menjadi nilai paling menonjol
Fokus utama teknologi DM-i memang ada pada efisiensi bahan bakar. Pada M6 DM, motor listrik diklaim bisa mengambil porsi kerja hingga 80 persen dalam ritme berkendara normal.
Dengan pengaturan tersebut, konsumsi bahan bakarnya disebut bisa mencapai 65 km/liter. BYD juga menyebut efisiensi termal mesin mencapai 46,06 persen, yang diklaim sebagai tertinggi di industri otomotif global saat ini.
Jika baterai terisi penuh dan tangki bensin ikut penuh, jarak tempuh total mobil ini diklaim lebih dari 1.800 kilometer. Klaim itu membuatnya relevan untuk keluarga yang kerap melakukan perjalanan panjang.
Disiapkan untuk pasar Indonesia
Kehadiran M6 DM di Indonesia ditujukan bagi konsumen yang membutuhkan mobil keluarga efisien tanpa terlalu bergantung pada stasiun pengisian daya. Pendekatan ini dinilai cocok untuk pasar yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata.
BYD juga menyiapkan langkah awal pemasaran untuk mendekatkan model ini ke calon konsumen. Mulai 19 Mei 2026, seluruh jaringan diler resmi BYD di Indonesia dijadwalkan memajang unit pameran, membuka test drive, dan menerima antrean pemesanan.
Dengan format MPV crossover, teknologi plug-in hybrid, serta klaim jarak tempuh yang jauh, BYD M6 DM diposisikan sebagai pilihan baru yang agresif di kelas mobil keluarga. Model ini menawarkan kombinasi efisiensi tinggi dan kepraktisan tujuh penumpang dalam satu paket.
Source: carvaganza.com






