Eks Bos PlayStation Menilai Steam Machine Sulit Dibela, Harganya Dinilai Terlalu Mahal

Steam Machine mendapat kritik tajam dari Shuhei Yoshida setelah ia mencoba perangkat baru Valve itu selama beberapa jam. Mantan presiden SIE Worldwide Studios tersebut menilai performa 3D perangkat itu “meh” dan menyebut harga jualnya terlalu tinggi untuk direkomendasikan.

Penilaian itu terasa mencolok karena datang dari sosok yang sangat memahami pasar konsol. Yoshida juga menilai rekomendasi resolusi default 1080p sebagai langkah yang terasa mundur, bahkan ia membandingkannya dengan era PS4.

Penggunaan di ruang keluarga tetap dianggap menarik

Meski kritiknya keras, Yoshida tidak sepenuhnya menolak kehadiran Steam Machine. Ia memuji ukuran fisiknya yang kecil, operasi yang senyap, serta antarmuka sistem yang dinilai mudah dipakai.

Ia juga menyoroti faceplate yang bisa diganti dan kemampuan menjalankan gim Steam di TV ruang keluarga. Bagi Yoshida, fitur bermain di televisi itu sendiri sudah menjadi nilai tambah yang kuat bagi perangkat tersebut.

Penilaian YoshidaUraian
Performa 3D“Meh”
Resolusi bawaan1080p, dinilai seperti mundur ke era PS4
Ukuran fisikKecil
OperasiSenyap

Namun, pujian tersebut tidak cukup mengubah kesan keseluruhannya. Setelah beberapa jam mencoba, Yoshida menegaskan bahwa Steam Machine belum terasa sepadan dengan harga ritel di atas $1,000.

Ia juga mengeluhkan ada gim yang membutuhkan waktu sangat lama untuk boot. Dalam unggahannya di X, Yoshida bahkan mempertanyakan apa yang sebenarnya dikerjakan sistem selama proses tersebut berlangsung.

Konteks peluncuran perangkat ini turut memengaruhi perhatian publik. Steam Machine mulai dikirim ke pembeli setelah peluncurannya pada 29 Juni, meski sebagian calon pembeli masih harus menunggu lebih lama.

Menurut laporan yang beredar, email preorder dari Valve dinilai membingungkan oleh sebagian calon pembeli. Di sisi lain, jalur seperti eBay disebut bisa menjadi opsi, walau harganya berpotensi jauh lebih mahal dan bisa mencapai dua kali lipat.

Berita Terkait