BYD mencatat penjualan luar negeri 175.349 unit pada Juni, angka tertinggi baru bagi perusahaan. Lonjakan itu membuat pasar internasional menjadi penopang paling kuat di tengah tekanan pasar domestik yang masih lemah.
Secara keseluruhan, produsen kendaraan energi baru asal China tersebut membukukan penjualan grosir 403.472 unit pada Juni. Angka itu naik 5,46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi kenaikan tahunan kedua berturut-turut.
Di sisi bulanan, volume Juni juga naik 5,22% dari 383.453 unit pada Mei. Penjualan kendaraan energi baru penumpang ikut bergerak ke 397.292 unit, naik 5,21% secara tahunan dan 5,39% dari bulan sebelumnya.
Pasar luar negeri menjadi mesin pertumbuhan
Kinerja ekspor BYD pada Juni melonjak 94,73% dibandingkan tahun lalu dan naik 9,15% dari Mei. Kontribusinya mencapai 43,46% dari total penjualan NEV bulanan BYD, menunjukkan betapa besar peran pasar luar negeri dalam pemulihan perusahaan.
Dalam enam bulan pertama, penjualan luar negeri BYD mencapai 792.256 unit. Secara tahunan, angka itu naik 70,65% dan menyumbang 43,81% dari total penjualan NEV perusahaan pada periode yang sama.
Pemulihan yang lebih kuat di luar negeri juga terlihat saat memasuki kuartal kedua. Penjualan luar negeri BYD mencapai 471.091 unit pada periode itu, naik 82,46% secara tahunan dan 46,68% secara kuartalan.
| Periode | Penjualan Luar Negeri | Perubahan | Kontribusi |
|---|---|---|---|
| Juni | 175.349 unit | +94,73% tahunan; +9,15% bulanan | 43,46% |
| Semester pertama | 792.256 unit | +70,65% tahunan | 43,81% |
| Kuartal kedua | 471.091 unit | +82,46% tahunan; +46,68% kuartalan | Tidak disebutkan |
Permintaan dalam negeri belum pulih penuh
Berbeda dengan ekspor, penjualan domestik BYD pada Juni masih turun 22,02% secara tahunan menjadi 228.123 unit. Meski begitu, angkanya naik tipis 2,39% dibandingkan bulan sebelumnya.
Tekanan di pasar China juga tercermin pada total semester pertama. Penjualan domestik kumulatif BYD mencapai 1.016.255 unit, turun 39,57% secara tahunan.
Akibatnya, total penjualan NEV BYD selama Januari hingga Juni masih tercatat 1.808.511 unit. Angka itu turun 15,72% dibandingkan tahun lalu, meski bisnis luar negeri berhasil menahan pelemahan lebih dalam.
Hybrid lebih kuat daripada mobil listrik murni
Di lini kendaraan penumpang, plug-in hybrid atau PHEV menjadi penopang utama. Penjualan passenger PHEV pada Juni mencapai 195.820 unit, naik 14,69% secara tahunan dan 9,82% secara bulanan.
Sebaliknya, passenger BEV atau mobil listrik murni masih tertahan. Penjualannya pada Juni berada di 201.472 unit, turun 2,62% secara tahunan meski naik 1,41% dari Mei.
Komposisi itu menunjukkan pertumbuhan BYD masih sangat bergantung pada segmen hybrid. Pada kuartal kedua, passenger BEV mencapai 557.090 unit dan turun 8,22% secara tahunan, sedangkan passenger PHEV mencapai 531.292 unit dan naik 2,14% secara tahunan.
Perubahan teknologi ikut memengaruhi pengiriman
Pemulihan penjualan terjadi ketika BYD menyelesaikan fase transisi teknologi yang cukup berat. Perusahaan sedang beralih dari Blade Battery generasi pertama ke produk generasi kedua dengan kemampuan flash charging.
Proses itu sempat memperpanjang siklus pengiriman beberapa model utama. Namun, ketika pembaruan lini produksi mulai rampung dalam beberapa bulan terakhir, hambatan kapasitas ikut mereda dan membantu lonjakan pengiriman pada Juni.
BYD juga terus memperluas lini premium dengan menghadirkan Da Tang, SUV flagship segmen D pertama di jajaran Dynasty, yang mulai dijual pada pertengahan Juni. Langkah ini memperlihatkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pemulihan volume, tetapi juga memperkuat posisinya di segmen bernilai lebih tinggi.
Source: cnevpost.com






