El Nino Kuat Terancam Bertahan Sampai 2027, Dunia Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Author: Redaksi Android62

El Nino yang menguat dinilai berpotensi memicu cuaca ekstrem global hingga 2027. NOAA telah mengonfirmasi fenomena ini sudah terbentuk penuh dan bisa terus menguat pada paruh kedua 2026 hingga musim dingin di Belahan Bumi Utara pada periode 2026–2027.

Peluang El Nino masuk kategori sangat kuat juga disebut mencapai 63% pada periode November hingga Januari. Kondisi itu membuat perhatian terhadap dampaknya meningkat, terutama karena pola cuaca di banyak wilayah dunia bisa berubah dalam waktu yang cukup panjang.

Dampak yang paling mungkin meluas

El Nino bekerja dengan cara menghangatkan suhu permukaan laut di tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Saat angin pasat melemah, air hangat bergeser ke wilayah tengah dan timur Pasifik, lalu mengganggu sirkulasi atmosfer global.

Perubahan tersebut tidak berdiri sendiri. World Meteorological Organization menempatkan El Nino sebagai salah satu pendorong utama variabilitas iklim global yang memengaruhi curah hujan, suhu, musim tanam, hingga aktivitas badai.

Di kawasan Pasifik timur seperti Peru dan Ekuador, pengaruhnya sering muncul lebih dulu dalam bentuk hujan ekstrem dan risiko banjir besar. Air laut yang lebih hangat juga dapat mengganggu upwelling, yaitu naiknya air laut dingin yang kaya nutrisi dari dasar laut.

Wilayah yang berisiko lebih kering dan lebih basah

Indonesia, Australia, dan sebagian Asia Selatan berisiko mengalami kondisi yang lebih kering dari biasanya. Dalam banyak peristiwa sebelumnya, El Nino dikaitkan dengan berkurangnya curah hujan, naiknya suhu udara, serta meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan.

WMO juga mencatat bahwa Amerika Tengah, Karibia, dan bagian utara Amerika Selatan sering mengalami kondisi lebih kering saat El Nino berkembang. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti bagian selatan Amerika Selatan, selatan Amerika Serikat, Tanduk Afrika, dan sebagian Asia Tengah bisa menerima curah hujan lebih tinggi dari normal.

Musim badai ikut bergeser

El Nino juga memengaruhi pembentukan badai tropis. Peneliti NOAA menjelaskan bahwa fenomena ini biasanya meningkatkan wind shear di Samudra Atlantik, sehingga badai tropis lebih sulit berkembang menjadi badai besar.

Akibatnya, musim badai Atlantik cenderung lebih lemah saat El Nino kuat. Namun di Pasifik timur dan Pasifik tengah, aktivitas siklon tropis justru sering meningkat sehingga wilayah yang menghadap Samudra Pasifik perlu mewaspadai musim badai yang lebih aktif.

Perubahan pola ini penting bagi keselamatan, transportasi, logistik, dan kesiapsiagaan daerah pesisir. Ketika arah dan intensitas badai bergeser, kebutuhan peringatan dini dan respons cepat ikut menjadi semakin krusial.

Mengapa El Nino kali ini disorot lebih tajam

Salah satu alasan utamanya adalah transisi yang cepat dari La Nina ke El Nino. Dunia baru saja melewati fase La Nina pada musim dingin 2025, sehingga lompatan menuju El Nino yang sangat kuat dalam waktu singkat dianggap jarang terjadi.

Para ilmuwan juga menyoroti kesesuaian hasil dari banyak model iklim global. Ahli meteorologi NOAA, Nat Johnson, menyebut simulasi yang diamatinya menunjukkan potensi El Nino yang sangat besar, dengan karakter yang menurutnya hanya sebanding dengan peristiwa 1997–1998.

Perubahan iklim memperbesar dampaknya

Para ilmuwan menegaskan perubahan iklim bukan penyebab El Nino, tetapi kondisi bumi yang sudah lebih hangat bisa memperbesar dampaknya. Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change menyebut suhu rata-rata global telah naik lebih dari 1 derajat celsius dibandingkan era praindustri.

Dalam situasi seperti itu, gelombang panas, kekeringan, dan cuaca ekstrem yang dipicu El Nino dapat terasa lebih berat dari kejadian serupa di masa lalu. Adam Scaife dari Met Office Inggris menilai El Nino saat ini terjadi bersamaan dengan tren pemanasan global yang terus berlanjut.

Ia menyebut pemanasan dari El Nino diperparah oleh perubahan iklim, sehingga suhu aktual di sejumlah wilayah dapat mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, 2027 ikut menjadi perhatian ketika dampak puncak El Nino berpotensi muncul lebih lambat daripada saat fenomenanya mencapai intensitas tertinggi.

Fokus pemantauan masih berlanjut

Meski peluang El Nino sangat kuat cukup besar, para ilmuwan menekankan bahwa proyeksi ini masih akan terus diperbarui. Pemantauan akan berfokus pada pergerakan air hangat ke arah timur di sepanjang Pasifik tropis serta respons atmosfer melalui pola angin dan curah hujan.

Jika proses tersebut terus menguat, maka peluang munculnya El Nino berkategori sangat kuat akan semakin besar. Pada tahap ini, perhatian utama bukan kepanikan, melainkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang dapat bergeser ke berbagai wilayah dunia.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru