El Nino Mengintai Jabar, Titik Kekeringan Dipetakan dari Wilayah Paling Rentan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mempercepat pemetaan wilayah paling rentan menghadapi dampak El Nino menjelang musim kemarau 2026. Langkah ini diambil agar penanganan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan bisa dilakukan lebih cepat dan terarah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla untuk periode 1 Juli hingga 30 September 2026. Setelah status itu berlaku, pemerintah langsung menyiapkan langkah antisipasi berbasis data wilayah yang pernah terdampak paling berat.

Pengalaman El Nino 2023 jadi acuan

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengatakan pemetaan saat ini mengacu pada pengalaman El Nino 2023. Menurut dia, pola kekeringan cenderung berulang di daerah tertentu, sehingga data historis menjadi dasar penting untuk menentukan prioritas.

Pada El Nino 2023, kekeringan tercatat melanda 258 kecamatan dan 727 desa atau kelurahan di Jawa Barat. Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan dampak paling luas, disusul Kabupaten Bandung dan Kabupaten Ciamis.

BPBD tidak hanya memetakan daerah rawan, tetapi juga menghitung kebutuhan logistik air bersih bila kekeringan meluas. Data tersebut dipakai untuk menentukan daerah prioritas yang harus mendapat perhatian lebih awal.

Kebutuhan air bersih dan distribusi bantuan disiapkan

Pemetaan yang dilakukan pemerintah menjadi dasar untuk menempatkan personel, logistik, dan bantuan ke titik-titik yang diperkirakan paling terdampak. Teten menegaskan bahwa fenomena El Nino memang berdampak pada kekeringan, sehingga pemerintah tidak menunggu situasi memburuk sebelum menyiapkan penanganan.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap distribusi bantuan air bersih bisa dilakukan lebih cepat saat terjadi penurunan ketersediaan air di lapangan. Fokus utama tetap pada wilayah yang riwayat kekeringannya paling tinggi agar dampak tidak meluas.

Karhutla dan kekeringan turut memicu kewaspadaan di daerah

Di tengah kewaspadaan atas El Nino, peristiwa kebakaran juga kembali terjadi di Jawa Barat. Di Kampung Bojongneros, Desa Nusawangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, tiga rumah warga hangus terbakar dan dua rumah lainnya ikut terdampak pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Seorang warga bernama Nasir meninggal dunia dalam peristiwa itu. Korban diduga mengalami sesak napas dan memiliki riwayat penyakit jantung.

LokasiPeristiwaDampak UtamaKerugian
BandungPengelolaan sampah dari sumberTarget pengurangan 250 ton per hariBelum disebutkan
TasikmalayaKebakaran rumah3 rumah hangus, 2 rumah terdampak, 1 warga meninggalRp500 juta
PalabuhanratuKorban tenggelam di kolam renangBocah 6 tahun meninggal duniaBelum disebutkan

Damkar Kabupaten Tasikmalaya menerima laporan dari Ketua RT setempat dan langsung menuju lokasi. Petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam serta satu unit bantuan dari Damkar Kota Tasikmalaya.

Api pertama kali muncul dari atap rumah milik Abdul Halim, lalu merambat ke rumah Ruhimat dan Rojak. Akses menuju lokasi yang sempit membuat pemadaman sempat terkendala, sementara material bangunan yang mudah terbakar mempercepat api membesar.

Bandung dan Sukabumi juga mencatat peristiwa penting

Di Kota Bandung, Pemkot menargetkan pengurangan sampah hingga 250 ton per hari dengan membangun 220 titik pengolahan di kewilayahan. DLH Kota Bandung menyebut pembatasan kuota TPA Sarimukti harus menjadi momentum perubahan pola pengelolaan sampah.

Timbulan sampah di Bandung mencapai 1.511 ton per hari. Pemerintah kota kini menginventarisasi lokasi calon pembangunan titik pengolahan, sementara Pemprov Jawa Barat menyiapkan dukungan teknologi Refuse Derived Fuel atau RDF yang masih tahap uji coba.

Di Kabupaten Sukabumi, warga Palabuhanratu digegerkan oleh tewasnya seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun akibat tenggelam di Kolam Renang Tirta, Desa Citepus. Korban berinisial NAN tenggelam pada Rabu (1/7/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolsek Palabuhanratu AKP Yaser Arafat membenarkan kejadian itu. Saat polisi tiba di lokasi, korban sudah dievakuasi warga dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu, namun nyawanya tidak tertolong.

NAN datang ke kolam bersama dua keponakannya dan diantar oleh sang bibi. Saat sang bibi pergi sebentar untuk menjemput keponakan lain, korban diduga bermain dan berlomba menyelam bersama dua bocah lainnya tanpa pengawasan orang dewasa.

Rekonstruksi kasus penganiayaan di Bandung Timur

Polda Jawa Barat juga menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap kekasihnya, YTR. Rekonstruksi berlangsung tertutup di Mapolda Jabar selama hampir tiga jam.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar Kombes Pol Rumi Untari mengatakan tersangka kooperatif dan mengakui perbuatannya di enam TKP. Penyidik memfokuskan rekonstruksi pada tiga titik yang dianggap paling krusial, yakni TKP 3, 5, dan 6.

Menurut Rumi, penyekapan mulai dilakukan di TKP 3 dan berlanjut hingga lokasi terakhir. Seluruh lokasi kejadian tersebar di wilayah Bandung Timur, mulai dari Cicaheum, Cilengkrang, hingga Cileunyi, dengan total 21 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi itu.

Berbagai peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa kewaspadaan Jawa Barat tidak hanya tertuju pada kekeringan, tetapi juga pada risiko turunan lain selama musim kemarau. Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah di lapangan agar ancaman El Nino dan dampak ikutannya bisa ditangani lebih cepat.

Source: www.detik.com

Berita Terkait