Aston Villa datang ke Stadion Europa-Park dengan beban yang tidak ringan. Laga melawan Freiburg langsung menjadi ukuran seberapa stabil tim asuhan Unai Emery ketika tampil di Liga Europa.
Emery kembali membawa reputasi besar di panggung Eropa. Pelatih Aston Villa itu masih lekat dengan label “Raja Liga Europa” setelah mengoleksi empat trofi, sehingga setiap langkah timnya di kompetisi ini selalu mendapat sorotan lebih besar.
Di atas kertas, Villa memang terlihat punya kualitas individu yang sedikit lebih baik. Struktur permainan mereka juga jelas, dengan pressing tinggi, organisasi yang rapat, serta serangan balik yang dirancang untuk menghukum lawan saat kehilangan bola.
Ollie Watkins tetap menjadi titik tumpu utama di lini depan. Sementara itu, Douglas Luiz memegang peran penting untuk menjaga kontrol permainan di lini tengah agar Villa tetap seimbang saat menyerang maupun bertahan.
Namun, Freiburg bukan lawan yang mudah ditaklukkan di kandang sendiri. Tim asuhan Julian Schuster dikenal disiplin, rapi, dan sulit ditembus, terutama ketika dukungan suporter membuat intensitas permainan mereka semakin tinggi.
Stadion Europa-Park kerap memberi keuntungan besar bagi Freiburg. Atmosfer di sana membantu mereka menutup ruang lawan dengan lebih efektif dan menjaga tempo pertandingan tetap sesuai dengan rencana tim.
Vincenzo Grifo juga tetap menjadi sosok penting dalam skema Freiburg. Ia berperan dalam mengatur ritme permainan sekaligus mengeksekusi bola mati, yang selama ini menjadi salah satu senjata utama klub berjuluk Breisgau-Brasilianer itu.
Jika melihat catatan lima laga terakhir, kedua tim sama-sama menunjukkan kestabilan yang cukup dekat. Freiburg meraih menang, seri, kalah, seri, menang, sedangkan Aston Villa mencatat menang, menang, kalah, menang, seri.
Situasi itu membuat duel ini diperkirakan berlangsung ketat dan sangat bergantung pada detail kecil. Intensitas tinggi bisa menjadi faktor penentu, apalagi laga seperti ini sering menuntut fisik ekstra dari tim Liga Primer Inggris.
Freiburg diperkirakan turun dengan formasi 4-2-3-1 melalui Atubolu di gawang. Lini belakang mereka berpotensi diisi Sildillia, Ginter, Gulde, dan Gunter, dengan Eggestein, Hofler, Doan, Holer, Grifo, dan Gregoritsch sebagai struktur utama tim.
Aston Villa sendiri diproyeksikan memakai pola 4-4-2 bersama Martinez; Konsa, Diego Carlos, Pau Torres, Alex Moreno; Bailey, McGinn, Douglas Luiz, Tielemans; Diaby, Watkins. Susunan final biasanya baru diumumkan sekitar satu jam sebelum kick-off di Stadion Europa-Park.
Bagi Emery, laga ini bukan sekadar mencari hasil positif. Pertemuan dengan Freiburg juga menjadi ujian mental bagi Aston Villa untuk membuktikan bahwa mereka bisa menjaga konsistensi saat tekanan Liga Europa semakin besar.
Source: mediaindonesia.com






