Atmosfer Emirates bakal jadi salah satu penentu ketika Arsenal dan Atletico Madrid kembali berhadapan di leg kedua semifinal Liga Champions UEFA. Dengan agregat masih 1-1, duel di London pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 02.00 WIB ini berubah menjadi laga yang benar-benar terbuka bagi kedua tim.
Opta menempatkan Arsenal sebagai tim yang lebih difavoritkan untuk menang dengan peluang 56,0 persen. Atletico Madrid tetap punya kans, meski angkanya berada di 20,2 persen, sehingga tensi pertandingan diperkirakan tinggi sejak awal.
Arsenal datang dengan tekanan dan ambisi besar
Mikel Arteta tidak menutupi besarnya target yang dibawa timnya ke laga ini. Pelatih asal Spanyol itu melihat pertandingan ini sebagai kesempatan langka untuk mengakhiri penantian panjang Arsenal menuju final Liga Champions.
Arteta menekankan bahwa skuadnya sudah bekerja keras untuk kembali ke fase ini. Ia juga menilai dukungan suporter di Emirates bisa memberi tenaga tambahan saat timnya mencoba menuntaskan pekerjaan di depan publik sendiri.
“Ini adalah perasaan yang sangat menggembirakan. Sulit mengungkapkan keinginan untuk merasakan momen itu, khususnya bersama suporter kami di hadapan kami,” kata Arteta.
Ia bahkan memakai istilah yang sangat tegas untuk menggambarkan mental yang ingin ditunjukkan para pemainnya. “Kami akan masuk ke lapangan sebagai binatang buas dan menikmati momennya dan mengejarnya,” ujarnya sebagaimana dilansir Sky Sports.
Atletico membawa karakter khas Simeone
Di sisi lain, Atletico Madrid tetap identik dengan pendekatan Diego Simeone yang keras dan disiplin. Tim asal Spanyol itu diperkirakan datang dengan tembok pertahanan yang rapat serta kecepatan serangan balik sebagai senjata utama.
Karakter seperti itu bukan hal baru bagi Atletico saat tampil di laga besar. Mereka dikenal mampu bertahan dalam tekanan panjang sambil menunggu momen untuk menghukum lawan di ruang yang sempit.
Situasi leg pertama memperlihatkan betapa ketatnya pertemuan kedua tim. Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat penalti Viktor Gyokeres, sebelum Atletico menyamakan skor melalui eksekusi titik putih Julian Alvarez.
Agregat seimbang, beban berbeda
Hasil 1-1 pada pertemuan pertama membuat laga di Emirates memiliki bobot yang jauh lebih besar. Tidak ada tim yang benar-benar aman, dan satu momen saja bisa menentukan siapa yang melangkah ke final.
Arsenal punya dorongan dari status tuan rumah, tetapi Atletico membawa pengalaman untuk bertahan dalam pertandingan besar seperti ini. Itulah yang membuat duel tersebut diprediksi berjalan rapat dan sulit ditebak meski peluang kemenangan berpihak pada The Gunners.
Arteta pun melihat duel ini sebagai momen yang sudah lama dinantikan pendukung Arsenal. Menurutnya, para pemain dan klub telah melewati proses panjang untuk kembali berada di titik ini, dan hasrat untuk mencapai final sangat besar.
“Ini adalah momen yang ingin kami jalani bersama. Kami sudah bekerja keras sebagai klub dan sebagai tim setelah 20 tahun agar ada di posisi ini lagi. Dan kami lapar banget ingin ke final,” ujarnya.
Ia juga berharap laga nanti menjadi malam yang pantas dikenang di Emirates. “Jadi besok mari ngotot, karena sesuatu yang luar biasa akan terjadi,” tutur Arteta.
Perkiraan susunan pemain
Laga ini juga akan disiarkan langsung melalui SCTV dan layanan streaming Vidio. Dari proyeksi susunan pemain, Arsenal kemungkinan tampil dengan formasi 4-2-3-1 melalui David Raya, Ben White, William Saliba, Gabriel, Hincapie, Declan Rice, Zubimendi, Saka, Eze, Trossard, dan Gyokeres.
Atletico Madrid diperkirakan memakai skema 4-4-2 dengan Jan Oblak di bawah mistar. Nama-nama seperti Llorente, Le Normand, Hancko, Ruggeri, Simeone, Koke, Cardoso, Lookman, serta duet Alvarez dan Griezmann disiapkan untuk mengisi lini utama.
Dengan modal kandang, tekanan besar, dan status sebagai favorit dari data Opta, Arsenal akan mencoba mengubah energi Emirates menjadi tiket ke final. Atletico di sisi lain tetap memiliki fondasi kuat untuk mematahkan rencana tuan rumah lewat ketahanan khas tim asuhan Simeone.







