Di antara empat penampilan BLACKPINK di Met Gala, Lisa langsung mencuri sorotan lewat pilihan busana yang paling berani. Ia hadir dalam gaun putih sheer rancangan Robert Wun, lengkap dengan veil dan elemen 3D berbentuk lengan yang membuat tampilannya terasa seperti instalasi seni bergerak.
Keputusan itu menegaskan bagaimana setiap member BLACKPINK datang dengan bahasa mode yang berbeda di satu panggung yang sama. Pada malam bertema “Fashion Is Art” atau “Costume Art” tersebut, kehadiran Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa sekaligus menjadi penanda kuat pengaruh mereka di dunia fashion global.
Empat karakter, satu panggung besar
Penampilan lengkap BLACKPINK di Met Gala langsung menjadi salah satu momen paling dibicarakan di karpet merah. Untuk pertama kalinya, keempat member tampil bersama sebagai satu formasi penuh, dan setiap orang membawa identitas gaya yang sangat tegas.
Mereka tidak tampil seragam, tetapi justru menonjol karena perbedaan pendekatan fashion masing-masing. Dari sentuhan lembut, klasik, tajam, hingga eksperimental, keempatnya seolah mewakili empat tafsir berbeda atas tema malam itu.
Jisoo memulai debut dengan nuansa lembut
Jisoo menandai debut perdananya di Met Gala dengan pilihan yang terasa anggun dan mewah. Ia mengenakan gaun pink dari Dior yang diperkaya bordir floral artistik, lalu melengkapinya dengan perhiasan berkilau dari Cartier.
Tampilannya memberi kesan seperti sosok dalam lukisan. Nuansa couture yang ia bawa sangat selaras dengan tema seni yang mendominasi malam tersebut.
Jennie kembali menguatkan citra khasnya
Jennie juga menarik perhatian lewat gaya yang tetap mengacu pada identitas modenya. Ia tampil dalam column dress biru dari Chanel dengan detail daun berpayet, sehingga hasil akhirnya terlihat klasik namun tetap segar.
Ini menjadi kehadiran keempat Jennie di ajang Met Gala. Gaya itu kembali mempertegas julukan “Human Chanel” yang selama ini melekat padanya, tanpa kehilangan sentuhan personal yang membuat penampilannya tetap menonjol.
Rosé memilih elegan dengan sentuhan tajam
Rosé mempertahankan citra elegan yang sudah lama menjadi ciri khasnya. Sebagai duta global Saint Laurent, ia mengenakan gaun hitam karya Anthony Vaccarello dengan slit tinggi dan ornamen berbentuk burung.
Pilihan tersebut membuat tampilannya terlihat modern dan tegas. Di saat yang sama, Rosé tetap membawa kesan sophisticated yang konsisten dengan gaya yang selama ini identik dengannya.
Kombinasi itu membuat kehadirannya terasa seimbang antara kuat dan anggun. Rosé tidak tampil berlebihan, tetapi tetap berhasil memberi kesan yang tajam di karpet merah.
Lisa tampil seperti karya seni hidup
Dibanding member lain, Lisa mengambil jalur yang paling konseptual. Gaun putih sheer dari Robert Wun yang ia kenakan dipadukan dengan veil dan detail 3D berbentuk lengan, sehingga busananya tampak seperti karya seni yang dirancang untuk panggung besar.
Pilihan itu membuat penampilannya terasa eksperimental sejak awal. Di antara sorotan malam itu, Lisa tampil sebagai sosok yang paling dekat dengan interpretasi avant-garde dari tema yang diusung.
Sorotan yang melampaui status bintang musik
Kehadiran BLACKPINK secara lengkap di Met Gala terasa langka sekaligus simbolis. Masing-masing member membawa karakter fashion yang berbeda, tetapi tetap menyatu dalam satu narasi besar tentang mode sebagai seni.
Malam itu juga menegaskan bahwa pengaruh BLACKPINK tidak berhenti pada musik. Di panggung Met Gala, mereka hadir sebagai pusat perhatian yang mengunci sorotan publik lewat empat gaya berbeda yang sama-sama kuat.
Source: www.medcom.id






