Jakarta Bhayangkara Presisi kembali menunjukkan konsistensi permainan saat menutup laga melawan Jakarta Garuda Jaya dengan kemenangan 3-0 di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hasil ini membuat mereka mempertahankan empat kemenangan beruntun dan menjaga posisi di papan atas klasemen sementara Final Four Proliga 2026.
Tambahan tiga poin dari pertandingan tersebut menguatkan langkah tim asuhan Reidel Toiran yang sudah lebih dulu memastikan tiket ke Grand Final. Dengan koleksi 12 poin, Bhayangkara Presisi tetap berada dalam jalur positif dan tidak menurunkan intensitas permainan meski status mereka sudah aman.
Laga sempat ketat di dua set awal
Garuda Jaya tidak langsung menyerah pada pertandingan ini. Pada set pertama, kedua tim saling menjaga jarak angka sejak awal, meski Bhayangkara Presisi lebih dulu mengambil inisiatif permainan.
Bhayangkara sempat unggul 8-7 saat technical time out pertama. Setelah itu, mereka memperlebar keunggulan menjadi 18-13 sebelum menutup set pembuka dengan skor 25-20.
Set kedua berjalan lebih panas karena Garuda Jaya mampu memberi perlawanan yang lebih rapat. Mereka sempat memangkas ketertinggalan dari posisi 8-4 hingga mendekat 12-11, membuat Bhayangkara harus bekerja lebih keras untuk menjaga ritme.
Poin-poin akhir jadi pembeda
Ketegangan terbesar muncul di set kedua ketika skor sempat imbang 24-24. Pada momen itu, Bhayangkara Presisi tampil lebih tenang dan akhirnya merebut set tersebut dengan skor 27-25.
Ketahanan dalam situasi krusial menjadi faktor penting yang membuat Bhayangkara unggul dalam pertandingan ini. Garuda Jaya sebenarnya mampu menempel cukup lama, tetapi belum cukup stabil untuk membalikkan keadaan saat laga memasuki poin-poin penentuan.
Keberhasilan mengamankan set kedua memberi dampak besar terhadap jalannya pertandingan. Bhayangkara kemudian tampil lebih percaya diri saat memasuki set berikutnya dan mampu menjaga kendali permainan.
Rotasi pemain tetap menjaga kualitas
Pada set ketiga, Reidel Toiran memberi kesempatan bermain kepada pemain lapis kedua. Meski komposisi berubah, kualitas permainan Bhayangkara tetap terjaga karena pertahanan mereka masih rapat dan beberapa blok sukses mematahkan serangan Garuda Jaya.
Garuda Jaya sempat mendekat saat kedudukan 9-8. Namun, Bhayangkara segera mengambil alih tempo dan kembali menguasai permainan hingga menuntaskan laga dengan kemenangan 25-19.
Rotasi itu menunjukkan kedalaman skuad Bhayangkara Presisi ikut memberi kontribusi penting dalam fase Final Four. Tim tetap mampu menjaga ritme permainan tanpa kehilangan kontrol meski tidak menurunkan susunan terbaiknya sepanjang laga.
Momentum kemenangan terus terjaga
Empat kemenangan beruntun menjadi modal berharga bagi Bhayangkara Presisi untuk melangkah ke pertandingan berikutnya. Catatan 12 poin memperlihatkan bahwa mereka mampu menjaga konsistensi, baik ketika menghadapi laga ketat maupun saat melakukan rotasi pemain.
Situasi ini juga menegaskan bahwa Bhayangkara tidak mengendur meski tempat di Grand Final sudah aman. Intensitas permainan tetap dipertahankan agar ritme tim tidak turun saat menghadapi jadwal berikutnya.
Laga melawan Jakarta LavAni kini menjadi ujian lanjutan bagi Bhayangkara Presisi. Pertemuan tersebut akan menjadi ukuran lain untuk melihat sejauh mana tren kemenangan mereka bisa terus dipertahankan di Final Four Proliga 2026.
Source: www.viva.co.id






