Busana akad Syifa Hadju ternyata tidak sesederhana tampilannya. Di balik kebaya putih yang terlihat bersih dan anggun itu, ada pengerjaan yang rumit karena empat material berbeda disatukan dalam satu rancangan.
Kesan mewah muncul tanpa menghilangkan nuansa sakral yang dibutuhkan untuk prosesi ijab kabul. Pilihan warna putih, detail lembut, dan siluet yang rapi membuat busana ini langsung mencuri perhatian publik.
Empat lapisan material dalam satu kebaya
Vera Anggraini mengungkap bahwa kebaya akad Syifa dibuat dari kombinasi lace, tulle, detail tiga dimensi, dan aksen leather sintetis. Keempatnya sama-sama berwarna putih, tetapi memberi karakter tekstur yang berbeda pada busana.
Perpaduan itu membuat kebaya tidak terlihat datar meski hanya mengandalkan satu palet warna. Di sisi lain, warna putih tetap menjaga kesan suci dan selaras dengan momen akad nikah.
Agar tampilan tidak terlalu polos, Vera juga menambahkan detail kristal dan mutiara. Sentuhan kecil itu memberi efek berkilau halus tanpa merusak kesan lembut yang menjadi inti rancangan.
Kutubaru tetap jadi pusat rancangan
Syifa Hadju sejak awal meminta busana yang tetap membawa identitas kebaya Jawa. Permintaan itu kemudian diwujudkan Vera melalui siluet kutubaru yang kuat, lalu diolah menjadi tampilan yang lebih eksklusif.
Hasil akhirnya tetap terasa tradisional, tetapi tidak ketinggalan dari selera busana masa kini. Nuansanya formal, anggun, dan tetap nyaman dipandang dalam suasana pernikahan yang sakral.
Pilihan ini juga membuat kebaya akad tidak jatuh ke kesan berlebihan. Sebaliknya, tampilan yang muncul justru rapi, lembut, dan terukur dari sisi visual.
Veil panjang dan ekor dua meter jadi penegas tampilan
Selain detail kebaya, Syifa juga menginginkan veil panjang agar terlihat lebih megah sebagai pengantin. Keinginan itu dipenuhi dengan tambahan ekor kebaya sepanjang dua meter dan veil sekitar 1,5 meter.
Kombinasi elemen tersebut memberi efek dramatis saat busana dikenakan. Pada saat yang sama, unsur tradisional dari kutubaru tetap menjadi fondasi utama agar rancangan tidak kehilangan jati dirinya.
Busana itu akhirnya berfungsi bukan hanya sebagai pakaian seremonial. Kehadirannya juga membantu memperkuat suasana sakral dalam momen akad.
Pengerjaan berlangsung selama empat bulan
Proses pembuatan kebaya akad ini memakan waktu sekitar empat bulan. Durasi tersebut dibutuhkan karena setiap detail disusun dengan tingkat kerumitan tinggi dan menuntut ketelitian.
Vera menyebut Syifa dan El Rumi termasuk pasangan yang mudah diajak bekerja sama selama persiapan. Syifa juga disebut tidak banyak meminta revisi karena fitting utama berjalan lancar dan postur tubuhnya tetap stabil.
Kondisi itu membuat tim lebih fokus menjaga kualitas hasil akhir. Semua pengerjaan diarahkan agar tetap sesuai dengan rancangan awal yang sudah disepakati.
Keluarga ikut tampil seragam
Tak hanya busana untuk Syifa, Vera Anggraini juga menyiapkan total delapan busana untuk keluarga inti kedua mempelai. Di dalamnya termasuk kebaya dan beskap seragam untuk keluarga Syifa maupun keluarga El Rumi.
Busana seragam itu dikenakan oleh nama-nama seperti Maia Estianty, Irwan Mussry, Ahmad Dhani, hingga Mulan Jameela. Kehadiran busana keluarga yang selaras memberi kesan harmonis dan tertata pada keseluruhan acara.
Dari sisi visual, keseragaman tersebut ikut menguatkan kesan elegan dalam pernikahan itu. Tak mengherankan jika momen busana akad dan keluarga ini kemudian menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan publik.
Saat ditanya soal harga kebaya akad yang penuh detail premium itu, Vera memilih tidak menyebutkan nominalnya. Ia hanya menegaskan bahwa busana tersebut dibuat secara by request, sehingga nilai pastinya tidak diumumkan ke publik.
