Empat Nomor di PON 2028 Uji Ambisi Jakarta Pertahankan Tahta Bola Tangan

Author: Redaksi Android62

Jakarta menghadapi ujian yang lebih besar untuk mempertahankan status juara umum bola tangan pada PON 2028. Jumlah nomor pertandingan akan bertambah menjadi empat, sehingga peluang medali meluas sekaligus menuntut kesiapan pembinaan yang lebih merata.

Target tersebut diusung kepengurusan baru ABTI DKI Jakarta periode 2026-2030 di bawah pimpinan Joshua Franklin. Jakarta membawa modal kuat setelah memenangi dua medali emas nomor putra dan putri pada PON Aceh-Sumut 2024.

Empat nomor membuka peluang sekaligus tekanan

Penambahan nomor bola tangan di PON 2028 membuat persaingan tidak lagi sama seperti edisi sebelumnya. Jakarta harus menjaga kekuatan pada nomor yang telah menghasilkan emas, sambil memastikan kesiapan untuk peluang pertandingan yang lebih banyak.

Status juara umum dari PON Aceh-Sumut 2024 menjadi standar yang harus dipertahankan oleh tim ibu kota. Capaian itu diperoleh setelah Jakarta mengawinkan emas dari nomor putra dan putri.

Ajang Capaian Jakarta Tantangan Berikutnya
PON Aceh-Sumut 2024 Emas putra dan putri, juara umum Menjaga standar prestasi
PON 2028 Empat nomor bola tangan dipertandingkan Mempertahankan juara umum

Joshua Franklin menilai kerja bersama seluruh unsur organisasi menjadi dasar penting untuk mengejar target tersebut. Pengurus provinsi, pengurus kota, dan para penggiat bola tangan diharapkan bergerak dalam arah pembinaan yang sama.

“Kita terus berkolaborasi dan meningkatkan prestasi. Di PON 2028 ini, ABTI DKI bekerja keras untuk mempertahankan gelar juara umum di PON,” kata Joshua.

Kolaborasi lintas wilayah

Kepengurusan ABTI DKI Jakarta akan bekerja bersama pengurus kota dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu. Koordinasi lintas wilayah itu diposisikan sebagai fondasi untuk membangun olahraga prestasi di Jakarta.

Joshua juga menekankan perlunya sinergi dengan Pengurus Besar agar prestasi daerah dapat membawa nama Indonesia di ajang internasional. Menurutnya, seluruh unsur organisasi dan penggiat olahraga perlu memiliki tujuan yang sejalan.

“Bersama Pengurus Kota dari Jakbar, Jakpus, Jaksel, Jaktim, Jakut serta Kab Pulau Seribu kita akan membangun olahraga prestasi,” ujar Joshua. Pernyataan itu menegaskan bahwa target PON 2028 tidak hanya bertumpu pada kerja pengurus tingkat provinsi.

Kepengurusan baru dan dukungan KONI

Joshua bersama jajaran pengurus ABTI DKI Jakarta dilantik pada Rabu, 22 Juli 2026, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta Pusat. Pelantikan itu dihadiri Asisten Kesejahteraan Rakyat Ali Maulana Hakim, Wakil Ketua DPRD DKI Wibi Andrino, Kadispora DKI Andri Yansyah, dan Ketua Umum KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid.

Sejumlah pengurus cabang olahraga di Jakarta juga hadir dalam agenda tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan itu mencerminkan dukungan terhadap proses pembinaan bola tangan menuju PON 2028.

Hidayat Humaid menyatakan KONI DKI Jakarta akan terus mendukung cabang olahraga dalam menjalankan pembinaan. Ia optimistis bola tangan dapat melanjutkan prestasinya dengan komitmen pengurus baru di bawah Joshua.

“Saya yakin bola tangan akan terus berprestasi. Apalagi komitmen kepengurusan baru di bawah Joshua terus bergerak,” ujar Hidayat seperti dikutip sport.detik.com.

Pekerjaan utama ABTI DKI Jakarta kini adalah menjaga capaian emas putra dan putri sambil memperluas kesiapan menghadapi empat nomor pertandingan. Soliditas organisasi dan pembinaan lintas wilayah akan menentukan kemampuan Jakarta mempertahankan tahta bola tangan pada PON 2028.

Source: sport.detik.com
Berita Terbaru