Empat Saham Unggulan Ini Paling Diburu Saat IHSG Masih Membidik 8.300

Author: Redaksi Android62

Empat saham menjadi perhatian utama pelaku pasar ketika IHSG kembali mendekati area 8.300. Fokus itu mengarah pada BBRI, BMRI, ASII, dan INKP yang dinilai memiliki katalis berbeda, mulai dari sektor perbankan hingga komoditas kertas.

Pergerakan indeks yang masih berada dalam tren penguatan membuat saham-saham unggulan tetap ramai diburu. Di saat yang sama, arus beli investor asing pada saham berkapitalisasi besar masih terpantau positif sejak pembukaan perdagangan pagi.

Dukungan dari saham unggulan masih kuat

IHSG berada di level 7.247,41 setelah naik 0,68 persen atau 48,79 poin. Pada saat yang sama, indeks LQ45 turut menguat 0,53 persen ke 980,62, yang menandakan minat terhadap saham-saham unggulan masih terjaga.

Aktivitas pasar juga terlihat padat dengan volume transaksi mencapai 16,39 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp9,02 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 981.488 kali, menunjukkan pasar masih aktif dan likuid pada awal sesi.

Dari total saham yang diperdagangkan, 284 saham menguat, 232 saham melemah, dan 239 saham bergerak stagnan. Komposisi ini memperlihatkan pasar masih bergerak campuran, meski sentimen positif belum lepas dari bursa.

Target 8.300 masih terbuka

Analis pasar menilai peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka. Salah satu area yang kini jadi perhatian adalah resistensi psikologis 8.300, selama volume transaksi tetap kuat dan minat beli tidak menurun.

Seorang analis dari Indopremier menyebut fundamental ekonomi yang solid masih menjadi pendorong utama arah pasar saham domestik. Menurutnya, ruang penguatan indeks tetap ada selama dukungan sentimen dan aliran dana tidak melemah.

Sentimen domestik ikut memberi tenaga tambahan setelah pertumbuhan ekonomi nasional tercatat di level 5,05 persen. Kondisi itu membuat investor lebih percaya diri membaca potensi lanjutan penguatan pada saham-saham dengan kapitalisasi besar.

Perbankan dan infrastruktur jadi penopang

Penguatan indeks hari ini banyak ditopang sektor perbankan dan infrastruktur. Kedua sektor tersebut kerap dipandang sebagai cerminan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih berubah-ubah.

Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung lebih disiplin melihat area support dan resistance sebelum mengambil keputusan beli atau jual. Pendekatan teknikal tetap relevan karena pasar sedang bergerak di antara dorongan fundamental dan pergerakan harga jangka pendek.

Minat terhadap saham bank besar juga masih kuat karena pasar menilai kebijakan moneter yang mendukung bisa membantu ekspansi kredit. Karena itu, saham perbankan masih menempati posisi penting dalam radar investor.

Empat saham yang paling disorot

Daftar pantauan hari ini banyak diisi emiten berkapitalisasi besar yang punya katalis berbeda. Berikut empat saham yang paling disorot pelaku pasar:

  1. BBRI: bergerak dalam pola konsolidasi positif dengan target harga jangka pendek di Rp6.200 per lembar saham.
  2. BMRI: menunjukkan momentum teknikal yang kuat setelah menembus resistensi minor.
  3. ASII: mendapat dukungan dari pemulihan sektor otomotif dan diversifikasi bisnis alat berat.
  4. INKP: memperoleh sentimen positif dari kenaikan harga komoditas kertas di pasar internasional.

Keempat saham tersebut ramai dipantau karena berada di tengah sentimen pasar yang masih condong ke saham unggulan. Bagi investor, perubahan volume dan pergerakan harga intraday tetap perlu dicermati agar tidak masuk pada saat volatilitas sedang meningkat.

Pasar global bergerak beragam

Di luar negeri, pergerakan bursa belum sepenuhnya seragam. Dow Jones tercatat di level 46.358,42 setelah turun tipis 0,52 persen, sementara bursa Asia justru bergerak campuran dengan Hang Seng naik 4,04 persen dan Shanghai menguat 3,23 persen.

Kondisi global yang tidak satu arah membuat pasar domestik perlu dibaca lebih cermat. Meski demikian, arus modal asing masih membukukan beli bersih di pasar reguler hingga penutupan sesi pertama.

Dukungan itu membantu menjaga sentimen positif pada IHSG, terutama jika tekanan eksternal tidak meningkat tajam. Selama aliran dana asing masih masuk dan saham-saham unggulan tetap aktif diperdagangkan, pasar masih punya ruang untuk menguji area 8.300.

Berita Terbaru