Empat Toko Roti Tua Di Bandung Ini Masih Ramai, Harga Bersahabat dan Penuh Nostalgia

Bandung masih menyimpan beberapa toko roti lawas yang tetap dicari sampai sekarang. Daya tariknya bukan hanya soal rasa, tetapi juga harga yang masih ramah dan kebiasaan banyak orang menjadikannya tujuan sarapan.

Empat nama ini menonjol karena masing-masing punya karakter berbeda. Ada yang membawa nuansa kolonial, ada yang terkenal dengan roti bakar sederhana, dan ada pula yang dikenal sebagai pilihan lama dengan menu luas.

Harga bersahabat dan menu yang akrab

Di antara deretan toko roti legendaris Bandung, Toko Sidodadi sering menarik perhatian karena harganya yang mulai dari Rp 4.000-an. Tempat ini sudah berdiri sejak 1954 dan dikenal tetap mempertahankan racikan tradisional tanpa bahan pengawet.

Pilihan menunya cukup beragam, mulai dari roti tawar, roti srikaya, roti blueberry, horn cokelat, jagung, susu, pisang keju, hingga varian asin seperti bakso ayam, kornet, dan sosis. Lokasinya berada di Jl. Otto Iskandar Dinata No. 255, dekat Alun-Alun Bandung, dengan jam buka setiap hari pukul 10:30 hingga 19:00 WIB.

Sarapan sederhana yang tetap dicari

Nama Roti Gempol juga termasuk yang bertahan lama di Bandung. Toko ini buka sejak 1958 dan dikenal lewat roti bakar klasik dengan fokus pada roti gandum serta roti putih bakar.

Suasananya sederhana karena berada di dalam perumahan, tetapi justru itulah yang membuatnya sering dipilih untuk sarapan. Selain dua jenis roti itu, pengunjung juga bisa menemukan donat kentang dan mie ayam di Jl. Gempol Wetan No.14, Citarum, Bandung Wetan, dengan jam operasional setiap hari pukul 07:00 hingga 18:00 WIB.

Roti bakar yang melekat di Bandung

Roti Bumbu Bakar Cari Rasa punya posisi penting karena kerap disebut sebagai pelopor roti bakar di Bandung. Toko ini berdiri sejak 1960, lalu menu roti bakarnya mulai populer pada 1975.

Pilihan porsinya tersedia dalam ukuran kecil, standar, dan besar. Varian rasanya juga beragam, seperti cokelat, kacang, susu, nanas, kornet, dan keju, serta ada roti polosan tanpa dibakar.

Jejak kolonial yang masih terasa

Sumber Hidangan menjadi nama yang paling tua dalam daftar ini karena sudah ada sejak 1929. Tempat ini awalnya bernama Het Snoephuis, yang berarti “Rumah Manis” dalam bahasa Belanda, dan hingga kini masih mempertahankan nuansa kolonial yang kuat.

Pengunjung datang bukan hanya untuk roti homemade ala Belanda, tetapi juga untuk suasana bangunan dan restorannya yang membawa nuansa lama. Menu yang disajikan pun masih memakai bahasa Belanda, seperti krentenbrood, likeur bobon, dan ananasstraat, sementara pilihan lain yang dikenal di sana mencakup pastry dan es krim.

Sumber Hidangan berada di Jl. Braga No.20-22, Bandung, dan buka Senin sampai Sabtu pukul 09:30 hingga 15:30 WIB. Pada hari Minggu, toko ini tutup.

Keempat toko roti tersebut menunjukkan bahwa Bandung masih punya tempat khusus untuk rasa klasik. Dari roti bakar yang akrab sampai sajian bernuansa Belanda, semuanya tetap hidup di tengah kota yang terus berubah.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait