Jawa-Bali Jadi Ajang Adu Kinerja Daerah, Pemenang Bawa Pulang Hingga Rp3 Miliar

Kabupaten dan kota di Jawa-Bali menjadi sorotan setelah Kemendagri menyiapkan insentif hingga Rp3 miliar untuk pemerintah daerah yang dinilai berprestasi. Skema ini diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi daerah dengan kinerja terbaik di sejumlah kategori utama.

Penilaian dilakukan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi untuk regional Jawa-Bali yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menilai pendekatan regional membuat persaingan lebih adil karena tidak semua daerah memiliki kapasitas fiskal yang sama.

Menurut Tito, daerah kecil tetap punya peluang menonjol selama mampu menunjukkan kreativitas dan kinerja yang kuat. Ia juga menilai model regional membantu memperlihatkan capaian positif pemerintah daerah kepada publik.

Kemendagri membagi penghargaan ke dalam empat kategori besar, yaitu penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Di setiap kategori, ada peringkat I, II, dan III untuk tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.

Daerah yang paling menonjol

Pada kategori penurunan tingkat pengangguran untuk tingkat kabupaten, Kabupaten Kulon Progo meraih Terbaik I. Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Jombang menyusul di posisi berikutnya.

Untuk tingkat kota pada kategori yang sama, Kota Magelang berada di peringkat pertama. Kota Surakarta menempati posisi kedua, sedangkan Kota Denpasar berada di posisi ketiga.

Di tingkat provinsi, Provinsi Jawa Timur menempati Terbaik I untuk kategori penurunan tingkat pengangguran. Provinsi DIY berada di Terbaik II.

Creative financing dan perolehan provinsi

Di kategori creative financing tingkat kabupaten, Kabupaten Madiun meraih Terbaik I. Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gianyar masing-masing berada di Terbaik II dan Terbaik III.

Pada tingkat kota untuk kategori ini, Kota Surabaya menempati posisi pertama. Kota Bogor dan Kota Semarang mengisi posisi kedua dan ketiga.

Sementara itu, di tingkat provinsi pada kategori creative financing, Provinsi DKI Jakarta meraih Terbaik I. Provinsi Banten berada di Terbaik II.

Inflasi, kemiskinan, dan stunting

Untuk kategori pengendalian inflasi tingkat kabupaten, Kabupaten Garut berada di Terbaik I. Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Majalengka melengkapi dua posisi berikutnya.

Di tingkat kota untuk kategori yang sama, Kota Cirebon menempati Terbaik I. Kota Sukabumi dan Kota Probolinggo berada di peringkat II dan III.

Pada tingkat provinsi di kategori pengendalian inflasi, Provinsi Bali meraih Terbaik I. Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah menyusul di posisi berikutnya.

Kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting juga menempatkan sejumlah daerah Jawa-Bali di tiga besar. Di tingkat kabupaten, Kabupaten Badung meraih Terbaik I, disusul Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan.

Di tingkat kota, Kota Denpasar menempati posisi pertama. Kota Surabaya dan Kota Tangerang Selatan melengkapi tiga besar, sedangkan di tingkat provinsi Provinsi Bali kembali berada di Terbaik I dan Provinsi Jawa Barat menyusul di Terbaik II.

Tito menyebut penghargaan ini akan terus berjalan ke gelombang berikutnya di enam regional lain, yakni Sumatera, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Papua. Ia juga membuka peluang penambahan topik penilaian, seperti kota bersih atau pengelolaan layanan publik, agar apresiasi terhadap kinerja daerah tetap relevan.

Source: jatim.antaranews.com

Berita Terkait