Nissan Grafit langsung menarik perhatian lewat paket keselamatan yang tergolong lengkap di kelas MPV murah. Model ini membawa enam airbag, electronic stability control, ABS dengan EBD, hill start assist, sensor parkir, kamera mundur, dan TPMS, sehingga tampil tidak sekadar mengandalkan harga rendah.
Kelengkapan itu membuat Grafit terlihat serius membidik keluarga yang membutuhkan mobil terjangkau dengan fitur keamanan lebih meyakinkan. Jika kelak masuk ke Indonesia, model ini berpotensi memberi tekanan baru pada Toyota Calya dan Daihatsu Sigra di segmen LCGC MPV.
Daya tarik lain datang dari kabin yang dirancang untuk tujuh penumpang. Nissan menyiapkan konfigurasi kursi yang fleksibel, dengan bangku baris kedua yang bisa digeser dan direbahkan agar akses ke baris ketiga lebih mudah.
Tata letak interior dibuat sederhana dan fungsional, lengkap dengan banyak ruang penyimpanan serta lantai kabin yang relatif rata. Pada varian tertinggi, tersedia layar infotainment 8 inci dan panel instrumen digital 7 inci untuk mendukung kebutuhan harian keluarga.
Fitur kenyamanan lain juga ikut dibawa, seperti konektivitas smartphone, cruise control, push start button, wireless charger, dan ventilasi AC belakang. Kombinasi ini memperlihatkan bahwa Grafit tidak hanya mengincar efisiensi biaya, tetapi juga kenyamanan yang relevan untuk penggunaan keluarga.
Di India, Nissan menetapkan harga perkenalan sekitar 5,65 lakh rupee atau setara Rp105 jutaan untuk 1.001 konsumen pertama. Nissan juga menyiapkan keuntungan tambahan bagi 5.000 pemesan awal, termasuk gratis perawatan 5 tahun, skema pembiayaan khusus, dan program upgrade kendaraan.
Ada pula edisi terbatas 1.001 unit yang memperoleh nilai tambah berupa audio JBL, ambient lighting, dan dashcam dual channel. Paket ini membuat Grafit punya beberapa pembeda di luar varian standar yang ditawarkan untuk konsumen awal.
Secara teknis, Nissan Grafit memakai mesin 1.0 liter tiga silinder naturally aspirated dengan tenaga sekitar 72 dk dan torsi 96 Nm. Karakter mesin ini lebih diarahkan untuk kebutuhan mobilitas harian dan efisiensi, bukan performa tinggi.
Pilihan transmisinya terdiri dari manual 5 percepatan dan AMT. Nissan mengklaim konsumsi bahan bakarnya mencapai sekitar 19,3 km/l untuk versi manual dan 19,6 km/l untuk varian AMT.
Nissan juga menyediakan opsi mesin CNG dual silinder pada varian manual. Kehadiran opsi tersebut memberi alternatif bagi konsumen yang ingin menekan biaya operasional lebih jauh.
Grafit sendiri dibangun dari basis yang sama dengan Renault Triber, sehingga pendekatan lokalisasinya tinggi dan membantu menekan biaya produksi. Ukuran bodinya juga tetap ringkas untuk sebuah MPV keluarga, dengan panjang 3.987 mm, lebar 1.734 mm, tinggi 1.644 mm, dan wheelbase 2.636 mm.
Ground clearance 182 mm menjadi nilai tambah untuk pemakaian harian di jalan perkotaan. Angka itu juga membantu saat mobil melintasi permukaan jalan yang tidak selalu rata.
Dari sisi tampilan, Nissan memberi Grafit wajah yang lebih dekat ke SUV ketimbang MPV konvensional. Grille besar khas Nissan, bumper yang dibuat lebih berotot, serta lampu LED berbentuk C membuat mobil ini terlihat lebih tegas.
Di sisi samping, velg alloy dan roof rail menambah kesan modern sekaligus sporty. Bagian belakangnya juga dibentuk lebih kuat lewat lampu LED yang tampak menyatu secara visual, sehingga tampilannya terasa lebih segar meski masih membawa basis dari Triber.
Dengan harga agresif, kabin tujuh penumpang, dan daftar fitur yang cukup panjang, Nissan Grafit 2026 punya bekal yang menarik untuk pasar keluarga. Namun, peluangnya untuk benar-benar menantang Calya dan Sigra tetap akan bergantung pada jaringan servis, ketersediaan suku cadang, dan nilai jual kembali jika model ini nantinya dipasarkan di Indonesia.
