Tanpa Utang Dan Terkonsentrasi Di Properti, Begini Rekam Kekayaan Nanik S Deyang Rp6,3 Miliar

Author: Redaksi Android62

Laporan harta Nanik Sudaryati Deyang menunjukkan angka Rp6.303.290.605 tanpa utang. Data itu langsung menarik perhatian karena ia baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Gizi Nasional di tengah sorotan publik terhadap lembaga tersebut.

Komposisi hartanya juga memperlihatkan bahwa aset terbesar Nanik berasal dari tanah dan bangunan. Nilainya lebih dari Rp5,4 miliar dan menjadi penopang utama total kekayaannya.

Aset properti itu tersebar di wilayah Jabodetabek, terutama Depok dan Bekasi. Salah satu yang paling bernilai adalah tanah dan bangunan seluas 237 meter persegi tanah dan 320 meter persegi bangunan di Depok dengan nilai Rp1,5 miliar.

Selain aset utama itu, Nanik juga melaporkan beberapa properti lain di Depok. Nilainya bervariasi, mulai dari Rp163 juta hingga Rp1,2 miliar, sehingga porsi aset tidak bergerak tampak sangat dominan dalam total harta yang ia miliki.

Di luar properti, Nanik mencatat kepemilikan kendaraan bermotor dengan total nilai Rp705 juta. Rincian jenis kendaraannya tidak seluruhnya terbuka dalam informasi yang tersedia, tetapi angka tersebut tetap menjadi bagian penting dari portofolio kekayaannya.

Hal lain yang ikut menonjol adalah ketiadaan utang dalam laporan tersebut. Dalam pelaporan harta penyelenggara negara, kondisi tanpa kewajiban pinjaman kerap ikut dicermati publik karena memberi gambaran lebih utuh soal posisi keuangan pejabat.

Sorotan terhadap Nanik tidak lepas dari posisinya yang kini memimpin lembaga pelaksana program Makan Bergizi Gratis. BGN berada dalam pengawasan ketat, sehingga profil finansial pejabat barunya ikut menjadi bahan perhatian.

Pelantikan Nanik terjadi setelah pergantian pimpinan di BGN. Ia menggantikan Dadan Hindayana, yang sebelumnya dicopot dari jabatan tersebut pada 2 Juni 2026.

Sebelum naik menjadi kepala lembaga, nama Nanik sudah lebih dulu dikenal di lingkungan BGN. Ia sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968. Sebelum masuk ke birokrasi, ia dikenal sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit yang berada dalam Kompas Gramedia Group.

Pengalaman panjang di dunia media itu kemudian mendukung perannya dalam komunikasi publik. Ia juga sempat menjabat Komisaris Independen PT Pertamina sebelum masuk ke BGN.

Selama berada di BGN, Nanik beberapa kali tampil sebagai juru bicara lembaga. Dalam salah satu momen yang menyita perhatian, ia sempat menangis saat meminta maaf atas insiden keracunan yang menimpa siswa.

Peristiwa tersebut terjadi ketika program Makan Bergizi Gratis menghadapi kritik dan tantangan di lapangan. Di tengah situasi itu, laporan harta dengan nilai Rp6,30 miliar tanpa utang membuat profil Nanik sebagai pejabat baru BGN semakin diperhatikan publik.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru