6 Kapal Perintis Kembali Beroperasi, Jalur Antarpulau NTT Mulai Terhubung

Author: Redaksi Android62

Enam kapal perintis kembali melayani sejumlah lintasan antarpulau di Nusa Tenggara Timur mulai Senin, 20 Juli 2026. Pengoperasian ini membuka lagi akses penyeberangan bagi masyarakat di kawasan Flores, Alor, Lembata, Labuan Bajo, hingga Waingapu.

PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan armada, awak kapal, dan layanan pelabuhan untuk menjalankan penugasan tersebut. Layanan ini penting karena kapal penyeberangan menjadi penghubung kegiatan warga serta distribusi kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.

Enam kapal pada dua wilayah kerja

Empat kapal beroperasi dalam wilayah kerja ASDP Cabang Kupang, sedangkan dua kapal lainnya berada pada wilayah kerja Cabang Sape. Masing-masing kapal melayani lintasan dengan karakter pulau dan pelabuhan yang berbeda.

Wilayah Kerja Kapal Lintasan
Cabang Kupang KMP Ile Mandiri Larantuka-Solor, Solor-Lewoleba, Adonara (Deri)-Baranusa, Baranusa-Bakalang, Bakalang-Kalabahi
Cabang Kupang KMP Uma Kalada Raijua-Sabu, Waingapu-Raijua
Cabang Kupang KMP Ile Ape Kewapante-Palue, Palue-Marapokot, Kewapante-Pemana, Kewapante-Pulau Besar
Cabang Kupang KMP Namparnos Kalabahi-Pulau Pura, Pulau Pura-Teluk Gurita, Teluk Gurita-Maritaing
Cabang Sape KMP Komodo Labuan Bajo-Pulau Rinca
Cabang Sape KMP Cucut Labuan Bajo-Waingapu

KMP Ile Mandiri memiliki cakupan lintasan paling luas dalam pengoperasian kembali ini. Kapal tersebut menghubungkan Larantuka, Solor, Lewoleba, Adonara, Baranusa, Bakalang, dan Kalabahi.

Di jalur lain, KMP Uma Kalada kembali melayani hubungan Raijua dengan Sabu serta Waingapu dengan Raijua. KMP Ile Ape mengoperasikan empat lintasan yang mencakup Kewapante, Palue, Marapokot, Pemana, dan Pulau Besar.

Akses menuju sejumlah pulau di kawasan Alor juga dilayani KMP Namparnos. Kapal itu beroperasi melalui rute Kalabahi, Pulau Pura, Teluk Gurita, dan Maritaing.

Untuk wilayah kerja Cabang Sape, KMP Komodo melayani lintasan Labuan Bajo-Pulau Rinca. Sementara KMP Cucut kembali beroperasi pada rute Labuan Bajo-Waingapu.

Layanan sempat dihentikan

Sejumlah lintasan perintis di NTT sebelumnya dihentikan sementara sejak 1 Juli 2026. Penghentian itu dilakukan berdasarkan pemberitahuan BPTD Kelas II NTT selaku regulator transportasi darat.

Pengoperasian kembali dijalankan setelah adanya arahan pemerintah kepada BPTD Kelas II NTT. ASDP menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, regulator, serta pemerintah daerah sebelum penugasan kembali dilaksanakan.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyatakan layanan tersebut memiliki fungsi yang melampaui kebutuhan mobilitas harian. Menurut dia, konektivitas laut menjadi jalur utama aktivitas sosial dan ekonomi bagi banyak warga kepulauan.

“ASDP siap mengoperasikan kembali layanan penyeberangan perintis sesuai arahan pemerintah,” kata Heru dalam keterangannya pada 20 Juli 2026. Ia menegaskan layanan ini menjadi penghubung utama aktivitas sosial dan ekonomi, khususnya di daerah 3T.

Kesiapan armada dan pelabuhan

GM ASDP Cabang Kupang Ardhani Friandy mengatakan seluruh unsur operasional telah dipersiapkan sesuai ketentuan regulator. Persiapan itu mencakup kesiapan kapal, awak kapal, serta dukungan pelayanan di pelabuhan.

Selama penghentian sementara berlangsung, koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, BPTD Kelas II NTT, dan pemerintah daerah tetap dilakukan. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan kesiapan operasional saat penugasan layanan kembali diberikan.

ASDP menegaskan layanan perintis ini ditujukan agar perjalanan antarpulau berlangsung aman, tertib, dan andal. Sebagai BUMN transportasi yang menjalankan penugasan pemerintah, perusahaan menyatakan komitmennya menyediakan layanan yang selamat, aman, dan nyaman.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru