Real Madrid mulai menata ulang rencana lini depan mereka dengan satu nama yang kembali naik ke permukaan: Endrick. Penyerang muda Brasil itu disebut akan dipulangkan dari masa pinjamannya di Olympique Lyon pada musim panas 2026, dan keputusan tersebut langsung membuat posisi Gonzalo Garcia ikut berada dalam sorotan.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa Madrid sudah melihat Endrick sebagai bagian penting untuk musim berikutnya. Fleksibilitasnya dianggap memberi nilai lebih, karena ia dapat membantu di beberapa peran dan tidak hanya terbatas pada satu posisi.
Lyon jadi titik balik
Periode Endrick di Lyon berubah menjadi fase yang sangat penting bagi kariernya. Kesempatan bermain yang ia dapatkan di klub Prancis itu memberinya ruang untuk menunjukkan kualitas yang sebelumnya sulit muncul saat berada di Madrid.
Di Ligue 1, Endrick tampil efektif dan ikut membantu Lyon bersaing untuk tiket Liga Champions. Catatan kontribusinya juga menonjol, dengan tujuh gol dan tujuh assist, meski Mundo Deportivo pada 28 April 2026 menyebut angka yang sedikit berbeda, yakni empat gol dan enam assist.
Peminjaman itu sendiri tidak menyertakan opsi pembelian. Artinya, Madrid memang masih memegang kendali penuh atas masa depan sang pemain selama ia menjalani masa pembuktian di Prancis.
Perjalanan yang sempat berat di Madrid
Sebelum menemukan ritme di Lyon, Endrick lebih dulu melalui masa yang tidak mudah di Madrid. Di bawah asuhan Xabi Alonso, ia sempat kesulitan menembus persaingan dan mendapatkan menit bermain yang cukup.
Situasi itu makin berat setelah cedera hamstring pada Mei 2025 membuatnya terpukul secara mental dan fisik. Dalam wawancara dengan The Guardian, Endrick mengakui bahwa dirinya sempat sangat ketakutan dan sering menangis karena tidak tahu apakah akan cedera lagi atau kembali lebih lemah.
Ia juga menyebut dirinya kehilangan arah setelah absen lebih dari 120 hari akibat cedera kambuhan. “Sepak bola bukanlah tempat yang menyenangkan. Ini lingkungan yang sangat keras,” ujar Endrick.
Dukungan dari pemain senior
Di masa sulit tersebut, Endrick tidak berjalan sendirian. Jude Bellingham dan Luka Modric disebut ikut membantu proses adaptasinya di lingkungan klub yang penuh tekanan.
Dukungan dari pemain senior itu datang ketika Endrick masih berusaha pulih secara fisik sekaligus mental. Kini, kondisi sang penyerang berubah jauh karena performanya di Lyon justru membuat Madrid kembali menyusun rencana baru untuknya.
Gonzalo Garcia ikut terdampak
Rencana memulangkan Endrick otomatis memberi efek pada pemain lain di lini depan Madrid. Gonzalo Garcia disebut berpeluang dilepas ke klub lain bila Endrick benar-benar kembali dan masuk ke skuad utama.
Bayer Leverkusen dan Borussia Dortmund masuk dalam daftar tujuan yang dipantau untuk Garcia. Madrid menilai persaingan di lini serang akan semakin padat jika Endrick kembali, apalagi sang pemain dinilai punya fleksibilitas lebih besar.
Garcia adalah penyerang murni berusia 22 tahun, sedangkan Endrick bisa bergerak di sayap maupun sebagai gelandang serang. Perbedaan karakter itu membuat Endrick dianggap memberi opsi taktik yang lebih luas untuk kebutuhan tim.
Klub lain juga ikut mengawasi
Minat pada Endrick tidak berhenti di Madrid dan Lyon saja. Mundo Deportivo melaporkan Arsenal juga memantau situasinya sebagai opsi untuk memperkuat lini depan jika Madrid pada akhirnya memutuskan menjualnya secara permanen.
Endrick datang ke Madrid dari Palmeiras dengan nilai 47 juta Euro. Setelah sempat kesulitan, lalu menemukan kembali performa di Lyon, masa depannya kini kembali menjadi salah satu perhatian besar dalam rencana jangka pendek Real Madrid.







