Biaya Layanan Kesehatan Kian Menekan, BRI Life Dorong Sinergi Industri Asuransi Kesehatan

Inflasi medis dan kenaikan biaya layanan kesehatan kini menjadi tekanan utama bagi industri asuransi kesehatan nasional. Di tengah kondisi itu, pelaku usaha menilai ekosistem perlindungan kesehatan tidak akan kuat jika setiap pihak berjalan sendiri-sendiri.

Dorongan untuk bergerak bersama makin menguat karena dampaknya merembet ke banyak sisi, mulai dari perusahaan asuransi, regulator, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat yang bergantung pada perlindungan kesehatan. Karena itu, sinergi lintas pihak dipandang sebagai syarat agar industri tetap sehat dan berkelanjutan.

Tata kelola dan transparansi jadi sorotan

Direktur Operasional BRI Life Andrew Bain menilai penerapan POJK No. 36 Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola industri. Aturan tersebut juga dinilai relevan untuk mendorong transparansi dan membangun model bisnis yang lebih sehat.

Andrew menegaskan bahwa inflasi medis serta kenaikan biaya layanan kesehatan merupakan tantangan bersama. Menurut dia, respons terhadap tekanan itu perlu dilakukan secara terkoordinasi agar beban yang muncul tidak semakin menekan ekosistem asuransi kesehatan nasional.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam ajang Health Insurance Ecosystem Forum 2026 di Jakarta. Forum itu mempertemukan regulator, pelaku industri asuransi, dan penyedia layanan kesehatan untuk membahas strategi pengendalian inflasi medis.

Kolaborasi lintas pihak dinilai lebih mendesak

BRI Life menilai persoalan inflasi medis tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi. Perusahaan melihat dibutuhkan langkah yang melibatkan banyak pihak agar perlindungan kesehatan bagi masyarakat tetap terjaga.

Tekanan biaya yang terus meningkat membuat beban bisa berpindah ke berbagai mata rantai dalam ekosistem. Tanpa kerja sama yang erat, menjaga keseimbangan industri akan semakin sulit dilakukan.

Di forum tersebut, pembahasan juga tidak berhenti pada urusan biaya semata. Para pihak yang hadir ikut menyoroti arah pengembangan ekosistem asuransi kesehatan nasional agar lebih adaptif terhadap perubahan di sektor kesehatan.

Digitalisasi perlu dibarengi literasi

Di tengah dorongan transformasi digital, Andrew mengingatkan bahwa kehadiran layanan digital saja belum cukup. Literasi digital masyarakat juga harus ikut meningkat agar manfaat layanan tersebut dapat dirasakan secara optimal.

BRI Life menyatakan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif yang memperkuat industri asuransi nasional. Salah satu fokusnya adalah menghadirkan produk dan layanan perlindungan kesehatan yang lebih mudah diakses serta relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Perusahaan juga menilai perkembangan digital tidak boleh menciptakan jarak baru antara layanan dan pengguna. Akses yang lebih luas perlu berjalan seiring dengan pemahaman masyarakat tentang cara memanfaatkan layanan itu dengan baik.

Atas upaya inovasi layanan digital dan penguatan ekosistem asuransi kesehatan, BRI Life meraih penghargaan Best Digital Health Insurance Experience dalam ajang Health Insurance Ecosystem Forum 2026. Andrew menyebut penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus berinovasi dan menghadirkan perlindungan kesehatan yang lebih responsif bagi nasabah.

Dengan biaya layanan kesehatan yang kian mahal dan inflasi medis yang belum mereda, industri asuransi kesehatan kini menghadapi tuntutan yang semakin jelas. Regulator, pelaku usaha, dan penyedia layanan kesehatan dituntut bergerak bersama agar perlindungan kesehatan tetap terjaga dan ekosistemnya tidak kehilangan daya tahan.

Source: www.suara.com

Berita Terkait