Erik Meijer Pensiun Dini Setelah Maudy Koesnaedi Menanggung Urusan Rumah Sendiri

Keputusan Erik Meijer untuk pensiun dini membawa perubahan besar bagi keluarganya. Dalam tiga tahun terakhir, Maudy Koesnaedi merasakan suaminya memiliki waktu yang lebih santai untuk hadir bersama keluarga.

Perubahan itu terasa semakin berarti ketika putra mereka, Eddy Maliq Meijer, memasuki masa remaja. Maudy menilai kehadiran ayah penting pada fase ketika anak membutuhkan pendampingan dan bimbingan.

“Aku sih happy banget, pada saat anak remaja, dan perlu dibimbing, pas ada bapaknya,” ujar Maudy. Waktu Erik di rumah kini menjadi hal yang sangat dihargai oleh Maudy.

Kesadaran atas Beban yang Dipikul Maudy

Erik mengakui pekerjaannya pada masa lalu menyita banyak waktu. Ia juga menyadari Maudy menjalankan banyak urusan rumah tangga seorang diri ketika dirinya tengah fokus pada pekerjaan baru.

“Sadar kok, waktu itu pekerjaan menyita waktu banyak sekali,” kata Erik dalam perbincangan yang dikutip Kompas.com. Pengalaman tersebut disebutnya sebagai salah satu alasan yang mendorong keputusan untuk pensiun dini.

Pada periode itu, Maudy harus mengurus anak sekaligus kebutuhan rumah sehari-hari. Ia memasak, mencuci pakaian, serta menyelesaikan pekerjaan domestik tanpa asisten rumah tangga dan sopir.

Tanggung jawab tersebut hadir ketika Erik memasuki lingkungan kantor baru yang menuntut perhatian penuh secara fisik maupun psikis. Maudy juga ikut mendampingi sejumlah urusan perkantoran suaminya di tengah pekerjaan rumah yang tetap berjalan.

Keluhan yang Tidak Langsung Disampaikan

Maudy memilih tidak mengungkapkan seluruh rasa lelahnya kepada Erik pada saat itu. Ia memahami suaminya sedang menghadapi tekanan pekerjaan yang besar dan tidak ingin menambah bebannya.

Namun, ada waktu ketika tumpukan tugas membuatnya merasa menjalani banyak hal sendirian. “Ada momen-momen aku ngerasanya ‘kok sendirian ya? Ribet sendirian ya?’” ujar Maudy dalam perbincangan di Bride Depth.

Menurut Maudy, persoalan tersebut bukan bersumber dari konflik terbuka dalam pernikahan. Tantangan muncul karena ritme kehidupan keluarga berubah saat pekerjaan Erik menyita sebagian besar waktunya.

Situasi itu membuat pembagian peran di rumah tidak berjalan seimbang untuk sementara waktu. Kehadiran Erik di rumah pun menjadi lebih terbatas dibandingkan kebutuhan keluarga saat itu.

Cara Sederhana Menjaga Semangat

Di tengah kesibukan mengurus rumah, Maudy menemukan cara sederhana untuk menjaga suasana hatinya. Ia pernah berseloroh memakai lipstik merah dan bulu mata setelah menyelesaikan pekerjaan rumah agar tidak merasa “kayak pembantu”.

Maudy bahkan pernah ditanya apakah baru pulang dari syuting, padahal ia baru selesai mencuci pakaian. Cerita tersebut disampaikannya sambil tertawa sebagai gambaran cara kecil menghadapi hari yang melelahkan.

Maudy dan Erik menikah pada 2001 setelah berpacaran selama dua tahun. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai seorang putra, Eddy Maliq Meijer.

Perjalanan keluarga mereka menunjukkan bahwa tuntutan pekerjaan dapat memengaruhi pembagian peran di rumah. Setelah Erik memilih pensiun dini, keluarga ini memiliki ruang waktu yang lebih besar untuk mendampingi putra mereka.

Source: entertainment.kompas.com
Berita Terkait