ETF Bitcoin Spot Kehilangan $630 Juta, Data Inflasi AS Mengubah Sikap Institusi

Penarikan dana dari ETF spot Bitcoin di AS semakin menunjukkan bahwa selera institusi masih mudah berubah ketika data makro mengejutkan pasar. Pada Rabu, produk-produk itu mencatat arus keluar $630.4 juta, menjadi penarikan harian terbesar dalam lebih dari tiga bulan.

Tekanan terbesar datang dari dana unggulan milik BlackRock melalui IBIT, yang melepas $284.7 juta. ARK Invest lewat ARKB menyusul dengan arus keluar $177.1 juta, lalu Fidelity FBTC sebesar $133.2 juta dan Bitwise BITB sebesar $35.4 juta.

Pelemahan itu juga memutus rangkaian inflow selama lima pekan yang sebelumnya sempat membawa sekitar $3.8 miliar net inflows hingga pekan yang berakhir pada 6 Mei. Besarnya penarikan pada hari itu menjadi yang terbesar sejak 29 Januari, ketika ETF-ETF tersebut kehilangan $817.8 juta.

Pemicunya ada pada data inflasi AS terbaru yang kembali menggeser ekspektasi terhadap arah kebijakan Federal Reserve. Illia Otychenko, Lead Analyst di CEX.IO, menilai pasar bereaksi terhadap dua rilis penting yang membuat investor institusional lebih berhati-hati.

Inflasi April tercatat 3.8%, lebih tinggi dari perkiraan dan menjadi yang tertinggi sejak September 2023. Sehari kemudian, indeks harga produsen atau PPI berada di 6%, level tertinggi sejak Februari 2023.

Menurut Otychenko, dua data itu memperkuat kekhawatiran bahwa The Fed bisa mempertahankan kebijakan ketat, bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga tahun ini. Dalam situasi seperti itu, aset berisiko seperti Bitcoin biasanya ikut terkena tekanan jual.

Sinyal hati-hati di pasar derivatif

Otychenko juga melihat tanda kehati-hatian dari pasar derivatif. Ia menyebut ada peningkatan deleveraging pada posisi long dan kenaikan rasio put/call, dua sinyal yang menunjukkan investor mulai mengambil sikap lebih defensif.

Tekanan ini tidak muncul hanya dalam satu sesi. Sebelum arus keluar besar pada Rabu, ETF Bitcoin spot juga telah melepas $268.5 juta pada 7 Mei dan $233.2 juta lagi pada 12 Mei.

Di saat yang sama, pasar masih memantau faktor eksternal lain yang bisa menambah tekanan inflasi. Otychenko menilai arah pergerakan ke depan akan sangat dipengaruhi harga minyak dan perkembangan di Selat Hormuz.

Gangguan yang berlangsung lama di jalur itu dapat mendorong biaya energi lebih tinggi dan memicu gelombang inflasi tambahan. Jika itu terjadi, pasar kripto berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar.

Ia juga menyinggung hearing Clarity Act hari ini yang berpotensi menambah volatilitas di sektor tersebut. Sementara itu, di pasar prediksi Myriad, pengguna hanya memberi peluang 24% bahwa blokade Selat Hormuz akan berakhir sebelum Juni.

Peluang minyak mentah melonjak ke $120 juga turun dari 76% pada Rabu menjadi 65% hari ini. Untuk Bitcoin, pengguna Myriad menilai peluang lebih dari 84% bahwa langkah berikutnya akan menuju $84,000, bukan turun ke $55,000.

Meski begitu, sentimen jangka pendek masih rapuh. Pengguna Myriad hanya memberi peluang 41% bahwa BTC bisa ditutup di atas $80,000 pada Jumat pukul 4 sore UTC.

Data CoinGecko menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di $79,540, turun 1.6% dalam 24 jam setelah sempat menyentuh kisaran $82,000 pada akhir pekan lalu. Pergerakan itu menegaskan bahwa pasar masih sangat cepat merespons data makro dan perubahan ekspektasi suku bunga.

Arus keluar besar belum tentu sinyal jangka panjang

Peter Chung, head of research di Presto Labs, meminta pasar tidak membaca terlalu jauh dari satu hari penarikan besar. Menurutnya, institusi adalah kelompok yang beragam, dan kenaikan harga sering mendorong sebagian investor untuk merealisasikan keuntungan.

Ia memandang arus keluar tersebut lebih sebagai konsolidasi yang sehat. Dalam pandangan itu, pelepasan dana besar tidak otomatis berarti tren naik Bitcoin sudah berakhir.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer