Standard Chartered tetap melihat Ethereum punya ruang besar untuk naik lebih jauh, dengan target akhir dekade di $40.000. Bank itu menilai kekuatan utama yang bisa mendorong harga bukan sekadar minat pasar, melainkan semakin besarnya peran Ethereum sebagai tulang punggung DeFi.
Pandangan itu muncul ketika ETH masih bergerak di sekitar $2.000. Menurut Standard Chartered, harga tersebut belum sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan transaksi di jaringan dan nilai aset digital yang terus terkunci di aplikasi keuangan terdesentralisasi.
DeFi jadi pusat tesis bullish
Bagi Standard Chartered, pasar masih belum memberi penilaian penuh atas penggunaan jaringan Ethereum yang terus meningkat. Aktivitas transaksi yang makin padat dan arus dana ke aplikasi DeFi dinilai belum masuk ke harga ETH secara utuh.
Bank itu menempatkan DeFi sebagai mesin kenaikan berikutnya karena sektor ini langsung bergantung pada jaringan Ethereum. Semakin besar aktivitas di dalam ekosistem, semakin kuat pula dukungan fundamental bagi ETH.
Biaya gas dan efek kelangkaan ETH
Standard Chartered juga menyoroti hubungan antara aktivitas jaringan dan pasokan Ethereum. Setiap biaya gas yang dibayar pengguna untuk memindahkan dana dan berinteraksi dengan aplikasi dibakar, sehingga kelangkaan ETH bertambah dan laju inflasinya tertekan.
Dalam pandangan bank tersebut, mekanisme itu menjadi semakin penting saat penggunaan jaringan terus tumbuh. Artinya, permintaan atas aktivitas di Ethereum tidak hanya mendorong utilitas jaringan, tetapi juga memperkuat sisi pasokan yang mendukung harga.
ETH tertinggal dari Bitcoin
Di pasar, pelemahan Ethereum terlihat lebih dalam dibanding Bitcoin. Standard Chartered mencatat ETH turun 60% dari puncak Agustus yang nyaris menyentuh $5.000, sedangkan Bitcoin turun 42% dari rekor Oktober di $126.000 ke sekitar $72.800.
Perbedaan itu membuat Ethereum tampak lebih tertinggal dalam pergerakan harga terbaru. Meski begitu, bank investasi tersebut menilai pelemahan tersebut tidak sejalan dengan kekuatan jaringan yang menjadi dasarnya.
Standard Chartered tetap mempertahankan target akhir tahun Ethereum di $4.000. Untuk akhir dekade, target $40.000 masih dipertahankan dan dinilai dapat mengembalikan rasio harga Ethereum terhadap Bitcoin ke 0,08.
Stablecoin, tokenisasi, dan arus institusional
Selain DeFi, Standard Chartered melihat Ethereum berada di posisi kuat dalam stablecoin dan tokenisasi. Kedua sektor itu diperkirakan tumbuh pesat dan dapat memperbesar peran jaringan Ethereum di pasar aset digital.
Bank itu juga menilai perpindahan bertahap Wall Street ke infrastruktur aset digital akan menguntungkan jaringan native Ethereum. Arus institusional tersebut dianggap bisa memperluas penggunaan jaringan di luar aktivitas kripto murni.
Ethereum Foundation turut mendukung pembentukan sebuah “economic zone” yang dijadwalkan debut pada musim panas. Zona itu dirancang agar aset digital dapat bergerak lebih bebas lintas berbagai jaringan yang dibangun di atas Ethereum.
Aktivitas jaringan masih jadi penentu
Standard Chartered menyebut stablecoin menyumbang 33% transaksi Ethereum sepanjang tahun berjalan. Angka itu menjadi sinyal bahwa ekosistem stablecoin memegang peran penting dalam mendorong permintaan jaringan ETH.
Bank tersebut juga menyinggung pembaruan jaringan yang debut pada 2024. Upgrade itu memberi cara baru bagi jaringan penskalaan layer-2 untuk menekan biaya, dan biaya transaksi sempat turun ke level terendah sepanjang sejarah.
Namun, yang paling ditekankan Standard Chartered tetap minat dan aktivitas di jaringan. Selama penggunaan terus menguat, bank itu menilai Ethereum masih punya ruang untuk mengejar valuasi yang jauh lebih tinggi di akhir dekade, dengan Bitcoin diperkirakan berada di $500.000 dalam skenario yang sama.
