Kode yang muncul di Apple Music memberi sinyal bahwa layanan ini sedang menyiapkan jalur akses gratis bagi pengguna non-premium. Petunjuk itu memperlihatkan bahwa Apple mungkin sedang membuka cara baru agar orang bisa mendengar lagu tanpa harus langsung berlangganan.
Sorotan awal datang dari analis MacRumors, @aaronp613, yang menemukan string kode di aplikasi Apple Music. Di dalamnya muncul pesan galat yang mengarah pada pembatasan untuk pengguna yang belum masuk ke akses premium.
Salah satu pesan yang terlihat berbunyi, “Can’t skip any more tracks,” lalu disusul keterangan “Premium access required.” Frasa itu menunjukkan bahwa pengguna gratis tetap bisa memutar musik, tetapi ruang geraknya akan dibatasi saat ingin melewati lagu.
Pemilihan kata “tracks” juga dianggap penting karena istilah itu merujuk pada lagu secara umum. Karena itu, petunjuk tersebut dinilai lebih dekat ke pemutaran musik biasa daripada fungsi lain seperti radio di Apple Music.
Jika paket gratis ini benar-benar hadir, Apple Music akan bergerak lebih dekat ke model freemium yang sudah lama dipakai Spotify. YouTube Music juga memakai pendekatan serupa, sehingga pengguna bisa mencoba layanan lebih dulu sebelum memutuskan untuk membayar.
Bagi Apple, langkah ini cukup besar karena Apple Music selama ini dikenal sebagai layanan yang bertumpu pada langganan berbayar penuh. Selama ini, pendekatan tersebut membuat Apple Music tampil sebagai produk premium sejak awal, bukan layanan yang bisa diakses bebas terlebih dahulu.
Perubahan ini juga penting untuk pasar Android. Apple Music memang tersedia di Android, tetapi pengguna di platform itu tidak benar-benar bisa memanfaatkan bundel seperti Apple One yang lebih relevan untuk ekosistem Apple.
Saat ini, pengguna yang ingin menikmati Apple Music harus membayar $10.99 per bulan. Di sisi lain, mereka punya alternatif seperti Spotify atau YouTube Music yang menawarkan opsi gratis, sehingga kehadiran paket gratis bisa menjadi dorongan baru bagi pengguna Android untuk mencoba layanan Apple.
Opsi gratis seperti ini juga bisa memperluas jangkauan Apple ke pengguna yang masih ragu berlangganan. Dengan cara tersebut, Apple dapat memperkenalkan katalog, tampilan aplikasi, dan pengalaman dasarnya lebih dulu sebelum mendorong sebagian pengguna naik ke paket berbayar.
Meski begitu, informasi yang ada masih sebatas indikasi dari kode aplikasi. Belum ada penjelasan resmi soal kapan paket gratis itu akan dirilis atau seperti apa bentuk akhirnya saat benar-benar hadir ke publik.
Belum jelas pula apakah pengguna gratis nantinya akan mendapat akses penuh ke katalog dengan iklan, pemutaran yang dibatasi, atau hanya fitur dasar tertentu. Selain pembatasan skip lagu, belum ada rincian lain mengenai batasan yang mungkin diterapkan Apple.
Untuk saat ini, pesan yang menyebut perlunya akses premium sudah cukup memberi gambaran bahwa Apple sedang menyiapkan pemisahan pengalaman antara pengguna gratis dan berbayar. Itu menjadi tanda bahwa Apple Music mungkin sedang membuka babak baru yang lebih ramah bagi calon pengguna yang ingin mencoba lebih dulu.
Source: www.androidpolice.com