Ethos menarik perhatian pasar dengan cara yang tidak biasa: perusahaan ini memakai wawancara suara untuk menangkap detail keahlian yang sering tidak terlihat dari jabatan seseorang. Pendekatan itu kini mendapat sokongan baru setelah startup asal London tersebut mengantongi pendanaan Series A senilai US$22,75 juta yang dipimpin a16z.
Di tengah kebutuhan perusahaan untuk menemukan ahli yang sangat spesifik, Ethos menawarkan pencocokan berbasis bahasa alami. Fokusnya bukan sekadar mencocokkan title dan deskripsi pekerjaan, melainkan mencari orang yang benar-benar punya pengalaman, spesialisasi, dan pengetahuan yang relevan.
Pencarian ahli yang lebih dalam dari sekadar jabatan
Model yang dipakai Ethos diposisikan sebagai alternatif dari platform jaringan ahli tradisional seperti GLG, Third Bridge, dan AlphaSights. Perusahaan ini mengumpulkan data keahlian lewat onboarding dan wawancara suara, lalu menggunakan informasi itu untuk mencocokkan kebutuhan klien dengan profil ahli yang lebih kaya.
Cara kerja tersebut dirancang untuk menjawab permintaan yang kompleks dan sangat spesifik. Salah satu contoh yang disebutkan adalah pencarian orang yang pernah bekerja di startup dengan dukungan investor papan atas dan kini fokus pada otomasi keuangan.
Contoh lain datang dari sektor farmasi. Ethos menggambarkan skenario ketika sebuah perusahaan farmasi membutuhkan dokter yang bukan hanya ahli di bidang tertentu, tetapi juga pernah menulis makalah terkait atau memahami pengembangan obat.
Pendanaan baru dan dukungan investor
Putaran pendanaan ini tidak hanya melibatkan a16z, tetapi juga General Catalyst, XTX Markets, Evantic Capital, dan Common Magic. Dukungan modal tersebut datang saat pasar makin mengandalkan pencarian talenta yang sangat terarah.
Anish Acharya dari a16z menilai model lama terlalu bergantung pada sinyal yang dangkal dari jabatan. Menurutnya, wawancara suara memberi Ethos cara untuk menangkap sub-spesialisasi yang lebih beragam melalui pertanyaan yang dikurasi.
Cara Ethos membangun pencocokan
Ethos tidak hanya bergantung pada data yang diisi para ahli. Perusahaan ini juga memanfaatkan sumber publik seperti blog, paper akademik, dan tautan sosial untuk membantu menemukan kecocokan yang lebih presisi.
Pendekatan itu membuat profil ahli menjadi lebih kaya daripada sekadar riwayat pekerjaan. Data yang terkumpul kemudian dipakai untuk mencocokkan orang yang tepat dengan kebutuhan proyek yang dijelaskan dalam bahasa alami.
Para pengguna awal dan model bisnis
Walau belum membuka daftar pelanggan secara rinci, Ethos menyebut sejumlah pengguna awalnya mencakup top hedge funds, private equity firms, leading foundational AI labs, dan enterprise consulting. Perusahaan juga mengambil biaya per proyek sebesar 30% atau lebih dari bisnis, tergantung sifat proyek.
Ethos menyatakan dirinya sedang berada di jalur menuju “an eight-figure annualized revenue”, meski tidak mengungkap angka pastinya. Di sisi lain, startup ini juga belum membeberkan jumlah pasti ahli yang ada di platformnya.
Yang diketahui, sekitar 35.000 orang bergabung setiap minggu. Ethos mengirim undangan kepada orang yang dinilai bisa mendapat manfaat dari jaringan tersebut.
Tim ramping, jaringan yang terus meluas
Ethos didirikan oleh James Lo dan Daniel Mankowitz pada 2024. Lo sebelumnya bekerja di McKinsey dan SoftBank, sedangkan Mankowitz pernah menjadi peneliti AI di DeepMind.
Keduanya datang dari latar belakang berbeda, tetapi bertemu pada ide yang sama tentang peta pengetahuan manusia. Lo ingin membantu orang menemukan peluang ekonomi dan kerja yang tepat, sementara Mankowitz memandang ekonomi sebagai knowledge graph yang bisa dipetakan dengan algoritma yang sesuai.
Saat ini, Ethos memiliki delapan orang di timnya dan ingin tetap ramping sambil memperbesar skala bisnis. Untuk mengekstrak insight dari para ahli, startup ini juga menjalankan wawancara melalui platformnya sendiri dengan voice agents.
Lo mengatakan belanja besar laboratorium AI untuk memetakan talenta manusia ikut membantu mempercepat pertumbuhan jaringan itu. Ia menyebut sektor hukum, kesehatan, keuangan, dan manajemen sebagai area yang sedang mereka bangun.







