Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah atau ETPD kini menjadi salah satu fokus utama Bank Jateng untuk mendorong ekonomi daerah. Di tengah tuntutan daerah menjaga stabilitas fiskal, menekan inflasi, dan meningkatkan pendapatan asli daerah, digitalisasi transaksi dinilai mampu membuat pengelolaan keuangan daerah berjalan lebih efisien.
Bank Jateng menempatkan langkah itu bukan sekadar urusan administrasi, tetapi sebagai bagian dari cara baru menggerakkan roda ekonomi lokal. Di saat yang sama, penyaluran kredit tetap dipandang penting karena dapat ikut mendorong produksi barang dan jasa di daerah.
Sinergi pemda dan bank daerah
Direktur Bank Jateng Bambang Widiatmoko menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan bank pembangunan daerah. Ia menyebut arahan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi membuat kebijakan di tiga level itu perlu berjalan satu tarikan napas.
Menurut Bambang, koordinasi yang lebih erat akan memberi ruang bagi Bank Jateng untuk lebih fokus menyalurkan kredit. Dari sana, aktivitas ekonomi di daerah diharapkan ikut bergerak melalui peningkatan produksi barang dan jasa.
ETPD didorong jadi penguat PAD
Di antara berbagai instrumen yang ditekankan, ETPD menjadi langkah yang terus didorong Bank Jateng. Digitalisasi transaksi pemerintah daerah diarahkan agar penerimaan pajak dan belanja daerah berlangsung lebih efektif dan lebih tertib.
Bambang menilai ETPD juga berpotensi menambah pendapatan asli daerah. Efeknya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi daerah dan Bank Jateng sebagai mitra pengelola keuangan daerah.
Peran Bank Jateng di tengah tekanan fiskal
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jateng menempatkan dirinya bukan hanya sebagai pengelola kas keuangan daerah. Bank ini juga memposisikan diri sebagai penggerak ekonomi masyarakat di wilayah layanan.
Peran itu dianggap makin penting ketika daerah harus memperkuat kinerja fiskal dan menjaga stabilitas ekonomi. Dalam kondisi tersebut, transaksi digital pemerintah daerah dan penyaluran kredit dipandang sebagai dua instrumen yang saling melengkapi.
Panggung apresiasi untuk pemerintah daerah berprestasi
Dorongan terhadap inovasi daerah juga terlihat dalam gelaran Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 untuk regional Jawa dan Bali yang digelar Kemendagri di Yogyakarta. Ajang ini memberi ruang bagi kepala daerah berkinerja terbaik sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pembangunan.
Penghargaan itu dibagi ke dalam empat kategori, yaitu penurunan tingkat pengangguran, creative financing, penurunan kemiskinan, dan penurunan stunting. Penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
Dalam acara yang disiarkan langsung di Metro TV itu, Pemerintah Provinsi Jateng juga meraih peringkat ketiga pada kategori pengendalian inflasi daerah. Bagi Bank Jateng, momentum seperti ini memperlihatkan bahwa dorongan digitalisasi transaksi dan penguatan kredit berada dalam jalur yang sama untuk menjaga ekonomi daerah tetap bergerak.
Source: www.metrotvnews.com