Exynos 2700 Siap Ubah Arah Samsung, Panas Berlebih Jadi Fokus Utama

Samsung tampaknya sedang menyiapkan perubahan yang jauh lebih penting dari sekadar peningkatan performa untuk Exynos. Pada Exynos 2700 yang diperkirakan hadir bersama Galaxy S27, perhatian utamanya justru diarahkan ke masalah lama yang paling sering membayangi chip buatan Samsung: panas berlebih dan efisiensi daya.

Langkah ini menjadi menarik karena arah pengembangan Exynos memang mulai membaik di Galaxy S26. Exynos 2600 disebut sudah lebih layak untuk kelas flagship setelah lama dikritik karena suhu tinggi dan konsumsi daya yang boros, meski posisinya masih belum sepenuhnya menyamai Snapdragon di level paling atas.

Desain baru untuk meredam panas

Salah satu perubahan terbesar yang disiapkan pada Exynos 2700 adalah penggunaan desain SBS. Dengan pendekatan ini, memori ditempatkan di samping SoC, bukan ditumpuk di atas chip seperti desain sebelumnya.

Susunan tersebut dinilai bisa membantu pembuangan panas bekerja lebih efektif. Karena memori tidak lagi berada di atas SoC, suhu kerja chip tidak mudah terdorong naik dan pengelolaan termal bisa berjalan lebih stabil.

Dampaknya tidak berhenti di pendinginan saja. Jalur sinyal yang lebih pendek juga berpotensi menurunkan latensi, sehingga performa keseluruhan ikut terdorong naik.

Jika suhu bisa dijaga lebih terkendali, Samsung juga punya ruang lebih besar untuk menaikkan clock speed. Artinya, Exynos 2700 berpeluang dipacu lebih tinggi tanpa cepat terhambat panas.

Fondasi perbaikannya sudah muncul lebih dulu

Sebelum Exynos 2700 ramai dibicarakan, Samsung lebih dulu memperkenalkan pendekatan baru di Exynos 2600 untuk Galaxy S26. Chip itu memakai Heat Path Block, yaitu integrasi heat sink langsung ke dalam chip untuk membantu pelepasan panas.

Samsung mengklaim solusi tersebut mampu menurunkan thermal resistance hingga 16%. Tujuannya adalah memindahkan panas lebih cepat menjauh dari chip agar suhu kerja tetap stabil dalam penggunaan nyata.

Perubahan itu disebut sudah terasa dalam pemakaian sehari-hari. Exynos 2600 tidak berjalan sepanas generasi Exynos sebelumnya, yang selama ini kerap dianggap sebagai titik lemah utama platform Samsung.

Jarak dengan Snapdragon masih belum tertutup

Meski ada kemajuan, Exynos 2600 belum cukup untuk menempatkan Samsung di depan. Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipakai pada Galaxy S26 Ultra masih disebut jauh lebih unggul, baik dari sisi performa maupun envelope termal yang lebih rendah.

Perbedaan itu juga terlihat dari daya tahan baterai. Pengujian yang disebut menunjukkan chip Snapdragon unggul telak atas Exynos, dan kondisi ini ikut menjelaskan strategi Samsung pada lini Galaxy S26.

Exynos 2600 dipakai untuk model dasar dan Plus, sementara Galaxy S26 Ultra menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara eksklusif di semua pasar. Di sisi lain, model non-Ultra dengan Snapdragon hanya tersedia di pasar tertentu.

Pembagian itu memperlihatkan bahwa Samsung belum sepenuhnya percaya diri menjadikan Exynos sebagai solusi tunggal untuk seluruh lini flagship-nya. Karena itu, Exynos 2700 menjadi chip yang punya arti strategis besar bagi arah berikutnya.

Ujian penting untuk masa depan Exynos

Selama bertahun-tahun, divisi Exynos kesulitan menghadirkan chip yang benar-benar setara kelas flagship. Masalah efisiensi dan suhu membuatnya sering tertinggal dari para pesaing, termasuk Qualcomm.

Kemajuan pada Exynos 2600 memberi sinyal bahwa arah pengembangan mulai berubah, tetapi langkah itu masih terlihat sebagai perbaikan awal. Exynos 2700 akan menjadi ujian yang lebih menentukan, terutama jika Samsung benar-benar ingin memperkuat kepercayaan pada chip buatannya sendiri.

Galaxy S27 akan menjadi panggung pembuktiannya. Jika desain SBS efektif menekan panas, memperbaiki latensi, dan memberi ruang clock speed yang lebih tinggi, Exynos 2700 bisa menjadi salah satu pembaruan paling signifikan yang pernah dibuat Samsung untuk lini ini.

Source: www.androidpolice.com

Berita Terkait