Bisnis waralaba kian menjadi pilihan generasi muda di Indonesia karena dianggap memberi jalur yang lebih cepat dan lebih terstruktur untuk menjadi pengusaha. Di tengah pasar yang terus tumbuh, sektor makanan dan minuman, jasa, serta ritel menjadi tiga bidang yang paling banyak dilirik.
Ketua Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia Levita Ginting Supit menyebut minat berwirausaha lewat waralaba masih sangat besar. Ia menilai, pelaku usaha saat ini banyak berasal dari anak muda lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki pengalaman kerja.
Model usaha yang lebih siap pakai
Daya tarik waralaba bagi generasi muda terletak pada sistem yang sudah disusun sejak awal. Calon mitra tidak perlu membangun usaha dari nol karena model operasional, pola layanan, dan pasar umumnya sudah terbentuk.
Kondisi itu membuat anak muda bisa lebih fokus pada pengelolaan, pelayanan, dan pengembangan usaha. Latar belakang pendidikan tinggi serta pengalaman kerja juga ikut memperkuat kepercayaan diri mereka untuk masuk ke dunia bisnis.
Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap dunia kerja dan usaha. Mereka dinilai lebih berani mengambil risiko untuk menjadi entrepreneur dengan mengandalkan kreativitas dan kemampuan beradaptasi terhadap tren pasar.
F&B, jasa, dan ritel paling dekat dengan kebutuhan pasar
Sektor makanan dan minuman menjadi favorit karena sangat dekat dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan konsumsi masyarakat. Jenis usaha ini juga cenderung cepat terlihat hasilnya karena menyasar kebutuhan harian dan mudah mengikuti tren.
Ritel tetap menarik karena memiliki pasar yang luas dan mudah dipahami calon pelaku usaha muda. Sementara itu, sektor jasa diminati karena menawarkan variasi model bisnis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di berbagai daerah.
Di antara ketiganya, F&B dan ritel dinilai paling cepat membuka jalan bagi anak muda yang ingin segera masuk ke dunia usaha. Keduanya memberi titik masuk yang relatif jelas karena berhubungan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Pertumbuhan industri membuka ruang ekspansi baru
Waralaba di Indonesia juga bergerak dalam pasar yang besar. Nilai bisnisnya disebut telah melampaui Rp143 triliun, menandakan ruang ekspansi yang masih terbuka lebar.
Besarnya nilai itu menunjukkan bahwa waralaba bukan lagi sekadar pilihan usaha skala kecil. Di saat yang sama, mulai muncul lebih banyak merek lokal yang mencoba memperluas pasar hingga ke level internasional.
Perkembangan tersebut ikut mendorong hadirnya berbagai ajang bisnis yang mempertemukan pemilik merek, calon mitra, dan investor. Salah satu yang disiapkan adalah Franchise & License Expo Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition.
Ajang bisnis untuk memperluas kolaborasi
Pameran itu digelar dalam konteks industri yang terus bergerak maju. Tahun ini, penyelenggaraannya dibuat berdampingan dengan Cafe Brasserie Expo dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo untuk menghadirkan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi.
Presiden Direktur Panorama Media Royanto Handaya mengatakan salah satu fokus acara kali ini adalah membuka peluang kolaborasi lintas negara melalui program International Business Summit. Selain area pameran, agenda yang disiapkan juga mencakup konferensi bisnis, business matching, konsultasi, dan workshop.
Rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra sekaligus membuka peluang ekspansi yang lebih konkret. Skema seperti ini juga penting bagi generasi muda yang baru masuk ke dunia bisnis karena mereka membutuhkan akses jaringan, pengetahuan pasar, dan kesempatan kerja sama yang lebih luas.
Minat pasar terhadap waralaba terlihat dari penyelenggaraan sebelumnya yang mencatat lebih dari 45.000 pengunjung untuk gabungan tiga pameran. Untuk tahun ini, penyelenggara menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung khusus bagi FLEI Business Show.
Angka itu menunjukkan bahwa bisnis waralaba masih mendapat perhatian besar dari pelaku usaha maupun calon mitra baru. Di tengah tren tersebut, anak muda terus muncul sebagai kelompok yang aktif memanfaatkan peluang di sektor F&B, jasa, dan ritel.
Source: www.suara.com






