Fajar/Fikri Tunda Thailand Dan Malaysia Masters, Bidik Singapura Open Serta Istora Senayan

Singapura Open 2026 dan Indonesia Open 2026 kini menjadi tujuan utama Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri setelah Piala Thomas 2026 berakhir dengan hasil yang tidak sesuai harapan. Pasangan ganda putra Indonesia itu memilih segera mengalihkan fokus agar kegagalan di ajang beregu tidak mengganggu agenda mereka yang berikutnya.

Sikap tersebut diambil karena keduanya ingin menjaga ritme di tengah jadwal yang padat. Fajar menegaskan bahwa hasil di Piala Thomas tidak boleh berlarut dan memengaruhi target pribadi mereka sebagai pasangan ganda putra papan atas.

Langsung evaluasi bersama pelatih

Begitu turnamen beregu selesai, Fajar/Fikri langsung duduk bersama tim pelatih untuk mengevaluasi performa mereka. Dari pembicaraan itu, muncul keputusan untuk tidak turun di Thailand Masters 2026 dan Malaysia Masters 2026.

Alasan utamanya adalah waktu persiapan yang dinilai terlalu sempit bila harus memaksakan diri tampil di dua turnamen tersebut. Mereka memilih menyusun ulang jalur pertandingan agar kondisi fisik dan teknis tetap terjaga untuk ajang yang dianggap lebih penting.

Fokus diarahkan ke turnamen wajib

Singapura Open 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26-31 Mei, lalu Indonesia Open 2026 menyusul pada 2-7 Juni. Dua turnamen itu masuk prioritas utama Fajar/Fikri karena status mereka sebagai committed player.

Fajar menilai tampil di Indonesia Open dalam kondisi kurang ideal bukan pilihan yang mereka inginkan. Karena itu, seluruh arah persiapan kini diarahkan supaya mereka datang dengan kesiapan yang lebih baik saat tampil di Istora Senayan.

Istora jadi panggung penting berikutnya

Bagi Fajar/Fikri, Singapura Open menjadi langkah wajib sebelum tampil di Indonesia Open. Setelah itu, perhatian mereka tertuju ke Istora Senayan yang menjadi salah satu panggung penting dalam agenda terdekat.

Fajar bahkan menegaskan bahwa mereka tidak ingin datang ke Indonesia Open dalam keadaan belum siap sepenuhnya. Target itu menunjukkan bahwa mereka ingin memanfaatkan jeda yang ada untuk membangun ulang performa, bukan sekadar mengejar banyak pertandingan.

Australia masuk dalam penyesuaian jadwal

Untuk menggantikan turnamen yang dilewati, Fajar/Fikri juga memasukkan ajang di Australia ke dalam rencana mereka. Perubahan itu dilakukan sebagai pengganti Malaysia Masters yang tidak mereka ambil.

Langkah tersebut memberi mereka ruang tetap bertanding tanpa harus memaksakan diri di jadwal yang terlalu rapat. Dengan begitu, mereka masih bisa menjaga tempo permainan sambil menyesuaikan kebutuhan fisik dan teknis.

Hasil kurang memuaskan di Piala Thomas 2026 pun tidak mereka bawa terlalu jauh. Fokus berikutnya kini jelas tertuju pada pemulihan performa, evaluasi bersama tim pelatih, dan persiapan menuju Singapura Open serta Indonesia Open.

Source: www.viva.co.id

Berita Terkait