FBI Waspadai Kelompok 764, Anak Usia 9 Tahun Disebut Jadi Sasaran Rekrutmen Digital

Author: Redaksi Android62

FBI memperingatkan kemunculan kelompok teroris digital baru bernama 764 yang aktif merekrut anak-anak lewat ruang online. Kelompok ini disebut menargetkan korban sangat muda, bahkan sekitar usia 9 tahun, melalui pendekatan yang tampak seperti pertemanan biasa.

Pola operasinya bergerak diam-diam di media sosial, game daring, dan dark web. Karena tidak selalu hadir dengan wajah kekerasan yang langsung terlihat, ancaman ini dinilai sulit dikenali oleh orang tua maupun lingkungan sekitar anak.

Modus dibangun lewat identitas palsu

Menurut FBI, anggota 764 memakai identitas palsu untuk membangun hubungan dengan anak dan remaja. Setelah kepercayaan terbentuk, korban didorong melakukan tindakan ekstrem yang merusak diri sendiri maupun orang lain.

Di antara tindakan yang didorong kelompok itu adalah membuat pornografi anak, melukai diri sendiri, menyakiti hewan peliharaan, hingga menyerang orang yang dicintai. Video dan gambar dari tindakan tersebut kemudian dipakai sebagai alat pemerasan dan dibagikan di antara anggota kelompok.

Peringatan juga disampaikan ke aparat di Mississippi

Kantor Polisi Marshall County bersama lembaga penegak hukum Mississippi lainnya sudah menerima pengarahan dari FBI dalam pertemuan puncak penegak hukum tingkat negara bagian di dekat Jackson pada akhir Mei. Setelah itu, kepolisian setempat mengunggah peringatan di media sosial meski belum menangani kasus yang terkait langsung dengan 764.

Letnan Kolonel David Cook dari Kantor Polisi Marshall County mengatakan kelompok itu meminta korban menyakiti diri sendiri, keluarga, atau masyarakat. Ia juga meminta orang tua mengawasi perilaku dan aktivitas online anak-anak agar tidak menjadi sasaran.

Tanda yang perlu diwaspadai orang tua

FBI meminta orang tua memperhatikan perubahan perilaku mendadak, seperti anak menjadi pendiam, murung, atau mudah tersinggung. Perubahan penampilan, kebiasaan makan dan tidur, serta kecenderungan menarik diri dari kegiatan juga masuk daftar tanda peringatan.

Waspadai pula jika ada teman baru di dunia maya yang membuat anak tampak terpesona atau justru ketakutan. Penerimaan hadiah anonim, baik berupa barang kiriman, mata uang, mata uang game, maupun item virtual, juga disebut patut dicermati.

Luka fisik dan perilaku ekstrem ikut menjadi sinyal

FBI menyoroti tanda fisik seperti bekas luka berpola, luka sayat, goresan, memar, bekas gigitan, luka bakar, atau luka baru lainnya. Tanda lain mencakup ukiran pada kulit, kebiasaan memakai lengan panjang atau celana panjang saat cuaca panas, hingga menulis dengan darah atau cairan yang tampak seperti darah.

Ancaman bunuh diri, pembicaraan terbuka tentang kematian, serta pengidealan penembakan massal juga termasuk peringatan serius. FBI turut mengingatkan soal hewan peliharaan yang terluka atau mati dalam keadaan mencurigakan, termasuk hewan yang tiba-tiba takut atau menghindari anak.

Kasus penegakan hukum mulai bergerak di Amerika Serikat

Departemen Kehakiman AS sebelumnya melaporkan penangkapan dua pemimpin 764 pada Mei. Dalam pembaruan di situs resminya tertanggal 15 Juni 2026, DOJ juga menyebut ada anggota baru yang diamankan.

Shawn Krishendat Premsook, 26 tahun, dari Clermont, Florida, mengaku bersalah atas dua dakwaan distribusi pornografi anak dan dua dakwaan kepemilikan pornografi anak. Berdasarkan fakta pemerintah, ia menjadi anggota 764 dan kelompok Ekstremis Kekerasan Nihilistik lain selama kurang lebih dua tahun.

Selama periode itu, Premsook disebut memeras anak di bawah umur agar melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. Ia juga disebut menyebabkan seorang gadis di bawah umur melukai dirinya sendiri dan menggunakan darahnya untuk menulis pesan, lalu mengumpulkan serta mendistribusikan gambar dan video kekerasan serta pornografi anak yang menjadi korban 764.

DOJ menyebut 764 dan kelompok terkait terlibat dalam tindakan kriminal di AS dan bekerja dengan ekstremis lain di luar negeri. Jaringan ini disebut punya tujuan akselerasionis untuk menimbulkan keresahan sosial dan meruntuhkan tatanan dunia saat ini, termasuk Pemerintah AS.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru