Ferrari 849 Testarossa Melampaui 330 Km/Jam, Tenaga Hybridnya Tembus 1.050 CV

Author: Redaksi Android62

Ferrari 849 Testarossa memasang standar performa sangat tinggi sebagai penerus SF90 Stradale. Supercar plug-in hybrid ini memiliki tenaga gabungan 1.050 cv atau sekitar 1.036 hp, dengan kecepatan maksimum yang melampaui 330 km/jam.

Ferrari menyebut akselerasi 0-100 km/jam dapat dituntaskan dalam kurang dari 2,3 detik. Perjalanan dari diam menuju 200 km/jam juga diklaim hanya memerlukan 6,35 detik.

Perpaduan V8 dan Tiga Motor Listrik

Sumber tenaga utama mobil ini adalah mesin V8 twin-turbo 3.990 cc generasi baru. Unit bensin tersebut menghasilkan 818 hp, meningkat 49 hp dibandingkan mesin pada SF90 Stradale.

Tiga motor listrik menyumbang tenaga tambahan hingga 216 hp dan mendukung sistem penggerak empat roda. Kombinasi itu memungkinkan 849 Testarossa menggabungkan karakter performa ekstrem dengan kemampuan berkendara berbasis listrik.

Komponen Data Utama Peran
Mesin bensin V8 twin-turbo 3.990 cc, 818 hp Penggerak utama
Motor listrik 3 unit, hingga 216 hp Dukungan tenaga dan AWD
Tenaga sistem 1.050 cv / sekitar 1.036 hp Output gabungan
Mode eDrive Hingga 25 km Melaju tanpa mesin bensin

Ferrari menggunakan turbocharger terbesar yang pernah dipasang pada mobil produksinya. Sejumlah solusi dari dunia balap diterapkan untuk memperbaiki respons mesin sekaligus menekan gejala turbo lag.

Di sisi lain, mode eDrive memberi ruang bagi pengemudi untuk bergerak tanpa bantuan mesin bensin. Jarak tempuh dalam mode listrik ini disebut dapat mencapai 25 km.

Aerodinamika yang Bekerja Aktif

Kecepatan besar menuntut stabilitas yang setara, sehingga bodi 849 Testarossa dirancang dengan perangkat aerodinamika aktif. Ferrari menyatakan mobil ini menghasilkan downforce 415 kg pada kecepatan 250 km/jam.

Angka tersebut lebih tinggi 25 kg daripada SF90 Stradale. Spoiler belakang aktif dapat berubah dari Low Drag ke High Downforce dalam waktu kurang dari satu detik.

Sistem itu mengatur keseimbangan antara hambatan udara dan gaya tekan sesuai kondisi mobil. Inspirasi visualnya datang dari mobil balap Ferrari, termasuk 512 S, 512 M, dan FXX-K.

Bobot Dipertahankan di Tengah Lonjakan Tenaga

Ferrari menjaga bobot 849 Testarossa tetap setara dengan SF90 Stradale meski output sistemnya meningkat. Material titanium serta aluminium daur ulang dipakai dalam strategi pengendalian massa kendaraan.

Pendekatan ini menghasilkan rasio tenaga terhadap bobot yang disebut terbaik di kelasnya. Rasio tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga respons agresif saat akselerasi maupun perubahan arah.

Kokpit Digital dengan Kendali Mekanis

Kabin mendapat tata letak baru yang lebih ergonomis dan berorientasi digital. Namun, Ferrari tetap mempertahankan sejumlah tombol mekanis, termasuk tombol starter khas merek tersebut.

Perlengkapannya mencakup Apple CarPlay, Android Auto, serta MyFerrari Connect untuk pemantauan kendaraan dari jarak jauh. Sistem FIVE atau Ferrari Integrated Vehicle Estimator berfungsi sebagai “digital twin” real-time untuk membantu pengelolaan traksi, penyaluran tenaga, dan pengereman.

Mobil ini juga membawa ABS Evo, brake-by-wire generasi baru, suspensi revisi, serta sistem pendinginan yang ditingkatkan. Perangkat tersebut dirancang untuk menjaga konsistensi performa di jalan raya maupun sirkuit.

Opsi Lebih Fokus untuk Lintasan

Pelanggan dapat memilih paket Assetto Fiorano bila menginginkan karakter yang lebih berorientasi sirkuit. Paket ini memangkas bobot sekitar 30 kg melalui penggunaan komponen serat karbon dan velg karbon 20 inci.

Assetto Fiorano turut menghadirkan suspensi khusus Multimatic serta peningkatan aerodinamika. Konfigurasi itu menghasilkan gaya tekan lebih besar daripada versi standar.

Nama Testarossa memang kembali dari sejarah Ferrari, tetapi pendekatan 849 Testarossa jauh berbeda dari pendahulunya. Model berlinetta bermesin tengah ini menempatkan elektrifikasi dan kontrol elektronik sebagai bagian utama dari performanya.

Berita Terbaru