Komnas Anak Tegaskan Batas Sentuhan, Giorgio Antonio Dinilai Tak Etis

Author: Redaksi Android62

Komnas Perlindungan Anak menilai dugaan sentuhan Giorgio Antonio kepada anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah sebagai tindakan yang tidak etis. Penilaian itu mengemuka setelah interaksi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Agustinus Sirait menekankan bahwa perlindungan tubuh dan rasa aman anak harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, batas interaksi fisik perlu diterapkan secara jelas, termasuk terhadap orang yang berada di lingkungan keluarga.

Agustinus menggunakan istilah body safety untuk menjelaskan pentingnya pendidikan perlindungan tubuh bagi anak. Anak perlu mengetahui bagian tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.

“Kalau di Komnas Anak ada istilah body safety, anak-anak harus dilindungi bagian mana tubuhnya yang enggak boleh disentuh oleh orang lain,” ujar Agustinus. Ia menegaskan, pembatasan tersebut tetap diperlukan bahkan di dalam lingkungan keluarga kandung.

Menurut Agustinus, pendidikan mengenai batas tubuh sebaiknya diberikan sejak usia dini. Orang tua juga perlu mengajarkan anak mengenali bahasa tubuh dan ruang aman saat berinteraksi dengan orang lain.

Pola interaksi fisik, menurutnya, tidak dapat disamaratakan pada setiap usia anak. Interaksi dengan anak yang telah berusia 17 tahun tentu berbeda dengan perlakuan terhadap anak yang masih kecil.

Status Pacar Tidak Menentukan Peran

Dalam perkara yang menjadi perbincangan, Giorgio Antonio disebut sebagai pasangan Sarwendah. Agustinus memandang status berpacaran tidak otomatis memberikan dasar hukum bagi seseorang untuk masuk dalam urusan anak pasangan.

“Apalagi ini pasangannya juga masih dalam bentuk berpacaran, tidak ada dasar hukumnya juga. Tentu, kalau soal itu, tidak etis juga,” kata Agustinus, seperti dikutip Beritasatu dari kanal Reyben Entertainment pada Sabtu (18/7/2026).

Komnas Perlindungan Anak menilai hubungan orang dewasa dengan anak harus memiliki batas yang dapat dipahami semua pihak. Batas itu diperlukan agar anak tetap memiliki perlindungan atas tubuh dan kenyamanannya.

Relasi Ayah dan Anak

Agustinus juga menanggapi pembicaraan mengenai Giorgio yang disebut kerap mengawasi pergerakan Thalia dan Thania ketika bersama Ruben Onsu. Ia menilai pasangan dari salah satu orang tua tidak memiliki hak untuk ikut masuk ke dalam relasi ayah dan anak.

“Enggak ada haknya dia di situ. Toh, dia sebatas pacar, dia juga bagian dari orang lain bukan bagian dari sedarah dengan anak itu,” ujar Agustinus. Pernyataan tersebut menyoroti perlunya penghormatan terhadap batas peran dalam keluarga.

Komnas Perlindungan Anak meminta Sarwendah menetapkan batas yang tepat antara anak-anaknya dan Giorgio Antonio. Penegasan batas personal dinilai penting agar anak memahami hak atas tubuh, rasa aman, dan ruang interaksi mereka.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru