Ferrari Luce Bukan Cuma EV Baru, Pembeli Ternyata Mengincar Akses ke Model Langka

Author: Redaksi Android62

Mobil listrik pertama Ferrari, Luce, kini berada di pusat strategi kelangkaan yang selama ini menjadi kekuatan utama merek asal Maranello itu. Sejumlah kolektor dan investor menilai pembelian mobil ini bukan hanya soal memiliki EV mahal, tetapi juga soal membuka jalan menuju alokasi model Ferrari yang jauh lebih eksklusif.

Menurut Bloomberg, beberapa pembeli dari Italia hingga China mengaku menerima sinyal, langsung maupun tidak langsung, bahwa kepemilikan Luce senilai €550,000 atau $636,000 dapat memperkuat hubungan mereka dengan Ferrari. Pesan itu muncul setelah debut Luce dan dibaca sebagian pelanggan sebagai langkah penting untuk tetap berada di lingkaran pembeli prioritas.

Luce Dipandang Sebagai Langkah Strategis

Di kalangan kolektor, Luce tidak sepenuhnya diperlakukan sebagai tujuan akhir. Bagi sebagian orang, mobil ini justru dipandang sebagai batu loncatan untuk mendekati mobil Ferrari paling langka, termasuk model one-off dan produksi terbatas.

Pola seperti ini bukan hal baru di dunia barang mewah. Rolex, Hermès, dan sejumlah merek lain juga dikenal memberi akses ke produk yang paling diburu kepada pelanggan loyal, seperti steel Daytona atau tas Birkin yang sulit didapat.

Ferrari Memakai Pola Lama untuk Pembeli Setia

Ferrari sendiri punya sejarah panjang dalam memberi akses kepada pelanggan yang sudah lama terhubung dengan merek tersebut. Mekanisme itu disebut sudah dikenal di kalangan kolektor supermewah, termasuk untuk model yang sangat eksklusif seperti LaFerrari Aperta.

Jay Leno bahkan pernah mengatakan prosesnya terlalu rumit sehingga ia memilih tidak memilikinya. Konsultan mobil kolektor Max Girardo membandingkan cara Ferrari bekerja dengan mendapatkan meja di restoran yang hampir mustahil dipesan, di mana pelanggan yang sering datang akhirnya mendapat perlakuan khusus.

Pesan Pasar Tidak Selalu Sejalan dengan Bantahan Ferrari

Ferrari mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka memprioritaskan pelanggan dengan hubungan jangka panjang saat mengalokasikan mobil yang paling diminati. Perusahaan itu menolak anggapan bahwa mereka mendorong pembeli untuk membeli mobil hanya demi memperbaiki posisi mereka.

Ferrari juga menegaskan bahwa pelanggan sebaiknya memilih mobil berdasarkan selera dan preferensi pribadi, bukan karena dugaan keuntungan dalam alokasi berikutnya. Namun, sejumlah kolektor menilai pesan yang mereka terima terasa sangat jelas.

Salah satu pembeli mengaku Ferrari menekankan bahwa mengambil Luce penting jika ia ingin tetap berada di jajaran pelanggan kelas atas. Pembeli lain menyebut pelanggan baru mungkin melihat EV ini sebagai salah satu jalan menuju Ferrari one-off atau model produksi terbatas.

Risiko Ada di Dua Sisi

Strategi berbasis eksklusivitas itu membawa risiko bagi Ferrari maupun pembelinya. Luce tidak datang dengan sambutan meriah, dan orang yang membelinya demi akses bisa saja kecewa bila model langka yang diharapkan tak kunjung diberikan.

Di sisi lain, Ferrari menghadapi risiko reputasi bila mobil listrik pertamanya lebih dikenal sebagai alat untuk mengejar model lain daripada sebagai produk yang berdiri sendiri. Paul Welch, pendiri platform aset mewah MillionPlus, mengatakan banyak orang tampaknya sudah memainkan permainan itu.

“Most people seem to hate the car and say it’s ugly,” kata Welch. Ia menambahkan bahwa sebagian orang justru mempertimbangkan membeli mobil itu demi akses ke mobil masa depan dan demi naik di daftar tunggu.

Dengan begitu, Luce kini tidak hanya dibaca sebagai langkah Ferrari ke era listrik. Mobil itu juga menjadi pengingat bahwa di dunia Ferrari, kelangkaan dan akses tetap menjadi nilai yang sama pentingnya dengan teknologi baru.

Source: www.carscoops.com
Berita Terbaru