FIFA Berpotensi Raup Rp269 Triliun, Hadiah Juara Piala Dunia 2026 Hanya 0,3 Persen

Piala Dunia 2026 dapat menghasilkan pemasukan sekitar 15 miliar dollar AS atau setara Rp269 triliun bagi FIFA. Nilai ini membuat hadiah 50 juta dollar AS untuk tim juara hanya sekitar 0,3 persen dari proyeksi pendapatan organisasi tersebut.

Kontras itu menegaskan bahwa gelar juara bukan pusat nilai ekonomi terbesar turnamen. FIFA memegang pengelolaan hak komersial yang mencakup siaran, tiket, paket hospitality, sponsor, serta lisensi produk resmi.

Skala bisnis turnamen semakin besar karena Piala Dunia 2026 akan mempertandingkan 104 laga. Jumlah pertandingan tersebut membuka lebih banyak ruang untuk penjualan hak siar, eksposur merek, dan layanan penonton.

Gambaran Nilai Ekonomi Piala Dunia 2026

KomponenNilai atau PorsiKeterangan
Proyeksi pendapatan FIFA15 miliar dollar ASSetara sekitar Rp269 triliun
Hadiah tim juara50 juta dollar ASUntuk pemenang turnamen
Total hadiah performa655 juta dollar ASUntuk 48 peserta
Hak siar44 persenPorsi pendapatan dalam anggaran FIFA 2023–2026

Total hadiah berbasis performa bagi 48 negara peserta mencapai 655 juta dollar AS. Angka itu belum mencakup dana partisipasi dan persiapan yang disediakan bagi setiap tim.

Meski hadiah kompetisi nilainya besar, porsi tersebut tetap jauh di bawah proyeksi pendapatan FIFA. Sumber uang terbesar datang dari ekosistem yang menyertai pertandingan, bukan hanya dari hasil akhir di lapangan.

Hak Siar Menjadi Penopang Utama

Dokumen anggaran FIFA untuk siklus 2023–2026 mencatat hak siar menyumbang sekitar 44 persen dari total pemasukan. Hak penayangan turnamen dijual kepada ratusan penyiar di berbagai negara setiap siklus Piala Dunia.

Tiket dan paket hospitality menempati posisi berikutnya dengan porsi sekitar 34 persen. Sponsor serta hak pemasaran menyumbang sekitar 20 persen, sementara lisensi dan sumber lain melengkapi pendapatan tersebut.

Proyeksi 15 miliar dollar AS juga melampaui perkiraan awal yang berada di kisaran 11 miliar dollar AS. Kenaikan itu mencerminkan membesarnya nilai komersial turnamen dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak.

Tiket Premium Memperbesar Pemasukan

Penjualan tiket dan hospitality menjadi salah satu jalur pemasukan penting bagi FIFA. Untuk laga final Spanyol melawan Argentina pada 20 Juli 2026, tiket di pasar penjualan kembali resmi FIFA sempat ditawarkan mulai sekitar 6.411 dollar AS.

Kursi VIP untuk pertandingan itu bahkan mencapai hampir 60.000 dollar AS. FIFA juga memperoleh komisi dari transaksi penjualan kembali tiket yang berlangsung melalui platform resminya.

Paket hospitality menawarkan nilai lebih tinggi karena memadukan akses pertandingan dan layanan khusus. Pos pendapatan ini memberi FIFA peluang memperoleh nilai besar dari penonton yang mencari pengalaman premium di stadion.

Sponsor dan Produk Resmi

Ruang komersial pada 104 pertandingan turut menarik perusahaan multinasional dalam jaringan sponsor resmi FIFA. Adidas, Coca-Cola, Visa, Qatar Airways, Hyundai-Kia, Lenovo, Hisense, dan Airbnb termasuk dalam merek yang terlibat.

Menurut laporan Money.kompas.com yang mengutip data FIFA dan The Guardian, nilai sponsor berkaitan dengan jangkauan penonton global serta bertambahnya jumlah laga. Merek tidak hanya membeli ruang promosi, melainkan akses terhadap perhatian publik dalam skala internasional.

Di luar stadion dan siaran televisi, FIFA juga memperoleh pemasukan dari jersey, bola pertandingan, barang koleksi, gim, dan produk berlisensi lain. Rangkaian hak tersebut menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai ajang yang memberi Pendapatan FIFA sangat besar.

Source: money.kompas.com
Berita Terkait