IHSG Tembus 6.228 saat Rupiah Melemah, BBCA dan BBRI Mengerek Minat Pasar

IHSG menembus level 6.228 pada penutupan sesi I perdagangan Senin, 20 Juli 2026, ketika rupiah justru melemah ke Rp17.960 per dolar AS. Kontras ini terjadi di tengah penguatan saham berkapitalisasi besar, terutama BBCA dan BBRI, yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan bertambah 53,38 poin atau 0,86 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan mayoritas kekuatan pasar masih mampu menahan tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah pada sesi pertama.

Bank Besar Menguat di Tengah Transaksi Ramai

BBCA tercatat sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar selama sesi I. Saham PT Bank Central Asia Tbk itu ditutup pada 6.525 setelah naik 50 poin atau 0,77 persen.

BBRI mencatat penguatan lebih tinggi dengan kenaikan 80 poin atau 2,69 persen menjadi 3.050. Sementara BMRI, yang juga masuk jajaran transaksi bernilai besar, turun 20 poin atau 0,45 persen ke 4.460.

SahamHarga Sesi IPerubahan
BBCA6.525+0,77 persen
BBRI3.050+2,69 persen
BMRI4.460-0,45 persen

Nilai transaksi seluruh saham pada sesi I mencapai Rp8,21 triliun. Sebanyak 15,06 miliar saham berpindah tangan melalui 1.359.523 kali transaksi.

Ramainya aktivitas perdagangan memperlihatkan minat pasar tidak hanya bertumpu pada satu saham. Perbankan dan energi menjadi kelompok saham berkapitalisasi besar yang menopang pergerakan indeks.

Industri dan Energi Menjadi Penopang Indeks

Sektor industrial mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 2,28 persen. Sektor energi menyusul dengan penguatan 1,78 persen, sedangkan sektor non-siklikal naik 1,38 persen.

Di sisi lain, tidak seluruh sektor bergerak positif. IDX Technology turun 0,22 persen dan IDX Health melemah 0,19 persen.

SektorPerubahan
IDX Industrials+2,28 persen
IDX Energy+1,78 persen
IDX Non Cyclicals+1,38 persen
IDX Technology-0,22 persen
IDX Health-0,19 persen

Data Phintraco Sekuritas yang dikutip Suara.com menunjukkan penguatan sektoral menjadi salah satu fondasi kenaikan indeks. Kinerja industri dan energi membantu menjaga IHSG tetap berada di zona hijau sepanjang sesi pertama.

Rentang Pergerakan IHSG

IHSG dibuka pada level 6.197 dan sempat menyentuh titik tertinggi 6.249. Titik terendah selama sesi I berada di 6.191, sehingga indeks tidak keluar dari area positif sejak pembukaan.

Pergerakan tersebut memperlihatkan indeks sempat mengalami fluktuasi, tetapi tekanan jual belum mampu membawa IHSG ke bawah level pembukaan. Posisi 6.228 pada akhir sesi I menjadi penanda penguatan yang tetap bertahan hingga jeda perdagangan.

Indikator IHSGPosisi
Pembukaan6.197
Tertinggi6.249
Terendah6.191
Penutupan sesi I6.228

Saham Aktif dan Penguatan LQ45

Dari sisi volume, BNBR memimpin perdagangan setelah naik 10 poin atau 11,76 persen ke 95. BUMI bertambah 5 poin atau 3,33 persen menjadi 155, sedangkan EPAC naik 4 poin atau 5,88 persen ke 72.

Di kelompok LQ45, AKRA menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 60 poin atau 4,43 persen ke 1.415. AADI naik 375 poin atau 4,29 persen menjadi 9.125, diikuti AMRT yang bertambah 50 poin atau 3,75 persen ke 1.385.

Saham LQ45HargaPerubahan
AKRA1.415+4,43 persen
AADI9.125+4,29 persen
AMRT1.385+3,75 persen

Pelemahan pada LQ45 dipimpin MAPI yang turun 20 poin atau 1,32 persen ke 1.500. ANTM terkoreksi 40 poin atau 1,30 persen menjadi 3.030, sementara TOWR turun 4 poin atau 0,98 persen ke 406.

Pasar Asia bergerak beragam pada sesi yang sama, dengan Hang Seng naik 2,08 persen dan Shanghai Composite menguat 1,18 persen. Nikkei 225 terkoreksi 4,03 persen, sedangkan rupiah melemah 75 poin atau 0,42 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan saham dan indeks pada sesi I tidak menjadi ajakan untuk membeli maupun menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi tetap berada pada pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing investor.

Source: www.suara.com
Berita Terkait