FIFA mulai menyiapkan sesuatu yang belum pernah muncul sebelumnya dalam final Piala Dunia. Untuk laga puncak Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife pada 19 Juli, akan ada pertunjukan jeda pertandingan yang melibatkan Coldplay dan Chris Martin, sebuah format baru yang langsung menandai perubahan besar dalam panggung final turnamen tersebut.
Kabar itu telah dikonfirmasi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino. Selama ini, final Piala Dunia hanya memiliki jeda sekitar 15 menit tanpa pertunjukan hiburan terkurasi seperti yang tengah disiapkan FIFA, sehingga langkah ini dipandang sebagai perubahan penting dalam cara final dipentaskan kepada penonton.
Chris Martin bukan tampil sebagai bintang utama
Peran Chris Martin dalam proyek ini bukan sebagai penampil tunggal. Ia justru ikut membantu menyusun daftar artis yang akan tampil, dan susunannya diperkirakan tidak hanya berisi satu nama, melainkan beberapa musisi.
Hingga kini, FIFA belum membuka siapa saja yang akan mengisi pertunjukan tersebut. Meski begitu, arahnya menunjukkan kemungkinan hadirnya kolaborasi lintas musisi internasional yang disesuaikan dengan skala turnamen dan sorotan yang menyertai partai final.
Dengan pendekatan itu, final Piala Dunia 2026 tidak lagi berdiri hanya sebagai pertandingan penentu juara. FIFA tampaknya ingin menambah lapisan hiburan agar ajang ini juga menarik bagi penonton yang lebih luas.
Mengarah ke model hiburan ala Super Bowl
Format jeda pertandingan ini terlihat terinspirasi dari model Super Bowl yang sejak lama dikenal sebagai sorotan budaya pop global. Pertunjukannya tidak hanya menarik perhatian penggemar olahraga, tetapi juga audiens yang menunggu sisi hiburan dan kemeriahan panggungnya.
FIFA mencoba membawa semangat serupa ke final Piala Dunia. Tujuannya bukan sekadar mengisi waktu jeda, melainkan menjadikan laga puncak sebagai acara yang terasa lebih besar daripada 90 menit pertandingan di lapangan.
Langkah ini juga dapat memperluas jangkauan penonton di berbagai pasar. Dalam konteks itu, final Piala Dunia 2026 disiapkan sebagai panggung yang tidak hanya kuat secara olahraga, tetapi juga kuat secara hiburan.
Piala Dunia 2026 jadi panggung terbesar dalam sejarah turnamen
Turnamen Piala Dunia 2026 sendiri sudah ditetapkan sebagai edisi terbesar sepanjang sejarah. Ajang ini akan diikuti 48 tim dan digelar di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.
Skala tersebut membuat perhatian terhadap final menjadi semakin besar. Karena itulah, tambahan pertunjukan di jeda pertandingan dipandang sebagai bagian dari upaya FIFA menyesuaikan format acara dengan besarnya turnamen.
Pada saat yang sama, kehadiran Coldplay melalui Chris Martin menegaskan bahwa FIFA ingin menghadirkan nama yang punya daya tarik lintas audiens. Kehadiran itu juga memperkuat kesan bahwa final tidak lagi diperlakukan sebagai pertandingan biasa, tetapi sebagai peristiwa global dengan banyak lapisan atensi.
Ada unsur sosial lewat kerja sama dengan Global Citizen
Pertunjukan jeda pertandingan di final Piala Dunia 2026 juga dikaitkan dengan Global Citizen. Kolaborasi ini memberi isyarat bahwa acara tersebut tidak hanya diarahkan untuk hiburan, tetapi juga membawa pesan sosial.
Inisiatif yang terhubung dengan kerja sama itu menargetkan pengumpulan US$100 juta untuk membantu mengatasi hambatan akses terhadap pendidikan berkualitas. Selain itu, US$1 dari setiap tiket pertandingan akan disumbangkan ke program komunitas milik badan pengatur tersebut.
Unsur sosial ini membuat format baru tersebut punya makna yang lebih luas. Final Piala Dunia tidak hanya diposisikan sebagai panggung musik, tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung tujuan kemanusiaan.
Tren baru di panggung FIFA mulai terlihat
Langkah FIFA ini juga sejalan dengan tren yang mulai tampak di ajang mereka yang lain. Sejumlah nama besar seperti J Balvin, Doja Cat, dan Tems dilaporkan tampil dalam pertunjukan jeda Piala Dunia Klub FIFA tahun ini menurut Versus.
Pola itu menunjukkan bahwa FIFA semakin serius membangun pengalaman tontonan yang lebih kuat untuk audiens global. Panggung sepak bola kini dipadukan dengan musik, budaya pop, dan kerja sama lintas sektor, sehingga pengalaman menonton menjadi lebih luas dari sekadar hasil pertandingan.
Dengan peran Coldplay melalui Chris Martin sebagai kurator daftar penampil, final Piala Dunia 2026 berpeluang menjadi contoh baru bagaimana sepak bola dan hiburan besar dapat bertemu dalam satu panggung utama. Format ini sekaligus membuka ruang bagi standar baru dalam penyelenggaraan final di masa mendatang.
Source: bola.bisnis.com






