Penghargaan Top Women in Shaping Future Ready Organization yang diterima Tribuana Tunggadewi di ajang Top Women Fest CNBC Indonesia 2026 menjadi sorotan karena menegaskan arah transformasi Pegadaian yang bertumpu pada kepemimpinan manusiawi. Di tengah perubahan industri yang bergerak cepat, posisi Direktur Human Capital PT Pegadaian itu dinilai penting dalam menjaga organisasi tetap adaptif.
Bagi Pegadaian, transformasi tidak hanya dibaca dari sisi inovasi layanan atau pemanfaatan teknologi. Perusahaan juga menaruh perhatian pada cara memimpin, budaya kerja, dan kemampuan organisasi menjaga keseimbangan antara perubahan bisnis dengan nilai kemanusiaan.
Di internal Pegadaian, perubahan itu dijalankan melalui filosofi EMAS. Empat pilar yang menjadi dasar kepemimpinan tersebut adalah Empower, Mindful, Authentic, dan Significant Impact.
Pendekatan itu membuat transformasi perusahaan tidak berjalan hanya sebagai agenda digital, melainkan juga sebagai pembenahan cara kerja yang menempatkan manusia di pusat keputusan. Kepemimpinan Tribuana dinilai berhasil menjaga arah perubahan tetap selaras dengan kebutuhan perusahaan, karyawan, dan nasabah.
Tribuana menekankan bahwa pemimpin semestinya hadir sebagai inspirator, bukan sekadar pemegang otoritas formal. Ia juga menempatkan kesejahteraan karyawan dan nasabah sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan perusahaan.
Dalam pandangannya, memimpin dengan hati berarti memberi ruang bagi empowerment melalui keteladanan. Ia menegaskan bahwa kekuatan tidak digunakan untuk memaksa, melainkan untuk mengajak lewat contoh yang bisa diikuti oleh tim.
Tribuana juga menyoroti pentingnya integritas sebagai role model. Menurutnya, sikap itu membantu membangun lingkungan kerja yang positif dan memudahkan nilai yang sama ditiru oleh seluruh anggota organisasi.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang bertema A Celebration of Powerful Women Strong Women Strong Economy yang berlangsung di Sarinah Thamrin, Jakarta. Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara itu, termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Stella Christie.
Di sisi lain, Pegadaian juga melihat peran perempuan sebagai bagian strategis dalam membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif. Pendekatan yang suportif dinilai penting untuk merespons dinamika industri sekaligus menjawab kebutuhan nasabah yang terus berubah.
Latar itu sejalan dengan perjalanan Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang berdiri sejak 1901. Perusahaan ini berkembang menjadi lembaga keuangan inklusif melalui berbagai inovasi layanan yang terus diperluas.
Langkah penting lain terlihat sejak Pegadaian bergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM pada 2021. Kehadiran dalam ekosistem itu memperkuat peran Pegadaian dalam pembiayaan yang lebih besar untuk mendukung pengembangan UMKM nasional.
Pegadaian juga memperluas akses masyarakat melalui layanan Bank Emas. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan akses keuangan yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini.
Kini, beragam produk Pegadaian dapat diakses masyarakat melalui outlet agen maupun aplikasi digital Tring by Pegadaian. Pilihannya mencakup tabungan emas hingga pembiayaan syariah, sejalan dengan upaya memperluas jangkauan layanan keuangan yang inklusif.
