Fintech GOTO Tumbuh 58 Persen, Tekanan Komisi Ojol 8 Persen Belum Padamkan Laba

Unit Fintech GOTO sedang menjadi penopang penting di tengah perubahan besar pada bisnis transportasi roda dua perusahaan. Saat skema komisi untuk aplikator dipangkas menjadi 8 persen dan mitra pengemudi menerima 92 persen, tekanan memang muncul pada pendapatan jangka pendek, tetapi sisi lain ekosistem justru menunjukkan daya tahan yang kuat.

Keputusan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk itu diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto. Bagi GOTO, penyesuaian tersebut bukan hanya respons terhadap tekanan eksternal, melainkan juga langkah yang dipandang sebagai investasi jangka panjang.

Tekanan paling berat ada di layanan roda dua

Manajemen GOTO mengakui bahwa perubahan skema komisi berpotensi menekan pendapatan, terutama pada unit On-Demand Services atau ODS roda dua seperti GoRide. Dampaknya diperkirakan tidak akan merata karena perusahaan masih memiliki sejumlah lini usaha lain yang tetap berkontribusi.

Analis MNC Sekuritas, Christian Sitorus, menilai efek skema baru kemungkinan paling terasa pada jangka pendek setelah aturan diterapkan. Ia melihat beban terbesar akan terkonsentrasi di layanan roda dua, sementara bisnis lain masih tergolong solid.

Christian juga menekankan bahwa GOTO tidak hanya bergantung pada ODS roda dua. Perusahaan masih memiliki layanan pengantaran, logistik, dan Financial Technology atau Fintech yang ikut menopang kinerja grup.

Fintech memberi bantalan pertumbuhan

Di tengah tekanan itu, Fintech GOTO justru terus menunjukkan perkembangan positif. Christian menilai GoPay tetap efektif sebagai mesin akuisisi pengguna di dalam ekosistem perusahaan.

Data kuartal I 2026 memperlihatkan penguatan tersebut. Jumlah pengguna bertransaksi bulanan atau MTU naik 33 persen menjadi 27,5 juta pengguna, sedangkan jumlah transaksi meningkat 84 persen menjadi lebih dari dua miliar transaksi.

Kenaikan aktivitas itu ikut mendorong pendapatan bersih Fintech yang tumbuh 58 persen menjadi Rp1,9 triliun. EBITDA yang disesuaikan juga melesat 674 persen menjadi Rp364 miliar.

GoPay turut mendorong nilai buku pinjaman hingga Rp9,9 triliun. Angka tersebut naik 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan memperlihatkan peran Fintech yang makin besar dalam ekosistem GOTO.

Ekosistem masih bertumpu pada dua mesin utama

Christian menilai GOTO masih punya ruang untuk menjaga keseimbangan bisnis meski skema komisi mitra driver berubah. Menurut dia, ODS dan Fintech tetap menjadi dua mesin utama yang saling menopang di dalam grup.

Ia juga menyebut lini pengantaran dan logistik masih memberi dukungan terhadap struktur pendapatan perusahaan. Dengan integrasi ekosistem dan efisiensi operasional yang ketat, profitabilitas GOTO diproyeksikan tetap terjaga ke depan.

Di sisi manajemen, penyesuaian komisi tetap dipahami sebagai langkah yang berisiko bagi pendapatan jangka pendek. Namun, penguatan Fintech memberi bantalan penting agar tekanan di GoRide tidak langsung mengganggu fondasi bisnis GOTO secara keseluruhan.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer