Fitur Tersembunyi Android yang Sering Dilupakan, Bikin Pindah Aplikasi dan Multitasking Lebih Cepat

Banyak trik bawaan Android sebenarnya sudah cukup untuk membuat ponsel terasa lebih ringkas dipakai sehari-hari. Pengguna tidak selalu perlu aplikasi tambahan, karena sejumlah pintasan dan pengaturan standar bisa memangkas langkah saat berpindah aplikasi, berbagi file, sampai mengatur tampilan layar.

Salah satu yang paling terasa manfaatnya adalah Fast App Switching. Fitur ini memudahkan pengguna berpindah cepat antara dua aplikasi terakhir tanpa harus membuka menu recent apps, sehingga aktivitas seperti membalas pesan sambil mengecek browser atau email bisa dilakukan lebih singkat.

Di perangkat dengan gesture navigation, perpindahan itu dilakukan dengan menggeser ke kanan pada bilah navigasi bawah. Pada ponsel yang masih memakai tiga tombol, cara serupa bisa diakses dengan mengetuk dua kali tombol overview berbentuk kotak.

Android juga menyediakan App Shortcuts untuk membuka tindakan tertentu langsung dari ikon aplikasi. Pengguna cukup menekan lama ikon aplikasi di layar beranda atau laci aplikasi, lalu memilih pintasan yang muncul.

Contohnya, Google Drive bisa menampilkan opsi unggah file atau pindai dokumen. Pintasan itu bahkan bisa diseret ke layar beranda agar menjadi akses satu ketukan untuk fungsi yang paling sering dipakai.

Multitasking dan tampilan yang lebih mudah dijangkau

Bagi yang sering menjalankan dua aplikasi sekaligus, Split-Screen termasuk fitur yang layak dicoba. Mode ini membagi layar menjadi dua bagian, sehingga dua aplikasi bisa aktif bersamaan dalam satu tampilan.

Pengaktifannya dimulai dari recent apps, lalu pengguna mengetuk ikon di bagian atas kartu aplikasi dan memilih Split Screen. Setelah itu, satu aplikasi menempati separuh layar, sementara aplikasi lain dipilih untuk mengisi bagian sisanya.

Ukuran kedua aplikasi itu masih bisa diatur dengan menggeser pembatas di tengah layar. Jika dipadukan dengan Picture-in-Picture, Android juga dapat menjalankan tiga aplikasi sekaligus dalam satu waktu.

Untuk penggunaan dengan satu tangan, One-Handed Mode membantu mengecilkan tampilan layar ke area bawah agar lebih mudah dijangkau ibu jari. Fitur ini umumnya ada di menu Settings, lalu System atau Gestures, lalu diaktifkan dengan menggeser ke bawah pada bilah navigasi.

Notifikasi, berbagi file, dan audio jadi lebih praktis

Saat notifikasi penting terhapus tanpa sempat dibaca, Notification History bisa jadi penyelamat. Fitur ini menyimpan riwayat semua notifikasi yang masuk dalam 24 jam terakhir, termasuk notifikasi yang sudah diusap.

Secara bawaan, fitur ini biasanya belum aktif. Pengguna perlu masuk ke Settings, lalu Notifications, kemudian Notification History untuk menyalakannya, dan setelah itu daftar notifikasi terbaru bisa dibuka kapan saja dari halaman yang sama.

Menu berbagi di Android juga bisa dibuat lebih rapi. Sejak Android 11, aplikasi favorit bisa disematkan di baris teratas menu berbagi agar lebih cepat ditemukan saat dibutuhkan.

Caranya adalah menekan lama ikon aplikasi yang sering dipakai untuk berbagi, lalu memilih opsi Pin. Android memungkinkan hingga empat aplikasi disematkan di bagian atas menu berbagi.

Live Caption menjadi fitur lain yang berguna di banyak situasi. Fitur ini menampilkan teks real-time untuk semua audio yang diputar di perangkat, termasuk video media sosial, podcast, dan pesan suara.

Menariknya, fungsi ini berjalan sepenuhnya di perangkat tanpa koneksi internet. Untuk mengaktifkannya, pengguna cukup menekan tombol volume lalu mengetuk ikon Live Caption pada slider volume, dan kotak teks akan muncul di layar.

Pintasan tersembunyi yang sering luput dicoba

Di sejumlah perangkat, termasuk Google Pixel dan beberapa ponsel lain, Quick Tap atau Back Tap memberi cara cepat untuk menjalankan aksi. Fitur ini memicu tindakan tertentu hanya dengan mengetuk bagian belakang ponsel dua kali.

Aksi yang bisa dipilih cukup beragam, mulai dari mengambil tangkapan layar, menyalakan senter, memutar atau menjeda musik, hingga membuka aplikasi tertentu. Sensor akselerometer dan giroskop membantu mendeteksi ketukan tersebut, bahkan saat ponsel memakai casing pelindung.

Developer Options juga menyimpan pengaturan lanjutan yang sering terlewat. Untuk membukanya, pengguna masuk ke Settings, pilih About Phone, lalu mengetuk Build Number sebanyak tujuh kali.

Salah satu penyesuaian yang paling populer di dalamnya adalah mempercepat animasi antarmuka. Tiga pengaturan, yaitu Window Animation Scale, Transition Animation Scale, dan Animator Duration Scale, bisa diubah dari 1x menjadi 0,5x.

Perubahan ini tidak menambah kemampuan hardware, tetapi membuat perpindahan menu dan pembukaan aplikasi terasa lebih responsif. Efeknya cukup terasa dalam pemakaian harian karena sistem terlihat bekerja lebih cepat.

Membuka kunci lebih ringkas tanpa mengorbankan keamanan

Smart Lock menawarkan cara agar ponsel tidak perlu terus-menerus dibuka kuncinya saat berada di kondisi yang dianggap aman. Saat kondisi itu berubah, perangkat akan mengunci otomatis kembali.

Pengaturannya mencakup On-body Detection saat ponsel sedang dibawa, Trusted Places berdasarkan lokasi GPS seperti rumah atau kantor, serta Trusted Devices saat terhubung ke perangkat Bluetooth tertentu seperti smartwatch atau stereo mobil. Dengan begitu, proses membuka kunci menjadi lebih singkat, tetapi keamanan tetap terjaga saat ponsel keluar dari lingkungan tepercaya.

Tidak semua fitur ini tersedia sama di setiap perangkat Android. Nama menu, letak pengaturan, dan ketersediaannya bisa berbeda tergantung merek ponsel, model, dan versi Android yang digunakan.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait