Rugi Blibli Makin Menyempit, Laba Bruto Naik Ke Rp 3,9 Triliun Dan Jalur Untung Kian Terbuka

Di tengah pasar yang masih menantang, Blibli menunjukkan perbaikan yang makin terasa lewat kenaikan laba bruto dan penyusutan rugi bersih. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menutup 2025 dengan laba bruto Rp 3,9 triliun, naik 19 persen secara tahunan, sementara rugi bersihnya turun menjadi Rp 2,3 triliun dari sebelumnya Rp 2,5 triliun.

Pergerakan itu memberi sinyal bahwa arah bisnis perusahaan kian mendekati profitabilitas. Di saat konsumsi masyarakat makin selektif, Blibli justru mampu memperkuat fondasi usahanya lewat pertumbuhan pendapatan, perluasan jaringan fisik, dan penguatan strategi omnicanal.

Pendapatan neto Blibli ikut naik 34 persen menjadi Rp 22,3 triliun. Kenaikan tersebut ditopang oleh performa yang menguat dari seluruh segmen usaha, sehingga basis pendapatan perseroan terlihat lebih solid dibandingkan periode sebelumnya.

Segmen elektronik konsumen menjadi salah satu penyumbang penting dalam pencapaian itu. Penjualan smartphone yang tinggi, kontribusi dari usaha institusi, serta ekspansi gerai fisik ikut mendorong kinerja Blibli sepanjang tahun.

Omnicanal jadi tumpuan

Manajemen menilai hasil tersebut tidak lepas dari strategi omnicanal yang dijalankan secara konsisten. CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengatakan fokus perusahaan kini tidak hanya mengejar volume transaksi, tetapi juga memperkuat margin, monetisasi, efisiensi operasional, dan loyalitas pelanggan.

Ia menegaskan bahwa integrasi ekosistem omnicanal yang semakin matang menjadi kunci untuk membawa bisnis ke arah yang lebih sehat. “Sepanjang 2025, fokus kami bukan hanya mendorong pertumbuhan volume transaksi, tetapi juga memperkuat margin, meningkatkan monetisasi, memperbaiki efisiensi operasional, serta memperdalam loyalitas pelanggan melalui integrasi ekosistem omnicanal yang semakin matang,” ujar Kusumo Martanto.

Jaringan toko terus bertambah

Dorongan strategi itu juga terlihat dari ekspansi jaringan fisik yang masih berlanjut. Sepanjang tahun lalu, Blibli menambah 66 toko baru untuk mendukung koneksi antara kanal daring dan luring.

Per 31 Desember 2025, Blibli mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, empat toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen dan olahraga. Di luar itu, perusahaan juga memiliki 57 gerai supermarket premium yang dikelola Ranch Market.

Portofolio luring Blibli semakin lengkap dengan 39 pusat pengalaman home and living yang dioperasikan Dekoruma. Kombinasi jaringan tersebut membuat layanan perusahaan menjangkau lebih banyak kebutuhan konsumen di berbagai kategori.

Fondasi usaha makin kuat

Kusumo menilai perbaikan fundamental itu penting karena pasar masih bergerak dinamis. Ia juga menekankan bahwa tantangan konsumsi yang selektif tidak menghentikan langkah perusahaan untuk memperbaiki kualitas bisnisnya.

“Di tengah pasar yang penuh tantangan dan konsumsi masyarakat yang semakin selektif, Perseroan berhasil memperkuat fundamental usaha yang mengarahkan Perseroan ke jalur menuju profitabilitas yang semakin jelas,” kata Kusumo Martanto.

Dengan laba bruto yang naik, rugi bersih yang menyempit, dan jaringan fisik yang makin luas, Blibli membawa tiga modal utama sekaligus. Pertumbuhan pendapatan, penguatan omnicanal, dan efisiensi operasional kini menjadi penopang utama perusahaan untuk menjaga arah perbaikan pada periode berikutnya.

Berita Terkait