Flying Flea C6 Sudah Tertangkap di Dokumen Indonesia, Sinyal Masuknya Makin Kuat

Jejak Royal Enfield Flying Flea C6 kini sudah muncul dalam dokumen kekayaan intelektual di Indonesia dan Vietnam. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa motor listrik bergaya klasik-modern tersebut sedang disiapkan untuk masuk ke pasar Asia Tenggara.

Di Indonesia, model ini tercatat dalam Berita Resmi Desain Industri DJKI Kemenkumham. Sementara di Vietnam, desain Flying Flea C6 juga muncul dalam dokumen resmi Lembaran Kekayaan Intelektual Industri atas nama Eicher Motors, induk perusahaan Royal Enfield.

Langkah administratif yang mengarah ke pasar baru

Pendaftaran desain industri biasanya menjadi salah satu tahap penting sebelum sebuah produk dipasarkan secara massal. Karena itu, kemunculan Flying Flea C6 di dua negara ASEAN memberi sinyal bahwa Royal Enfield sedang menyiapkan ekspansi yang lebih terarah.

Pola ini juga sejalan dengan rencana ekspansi global model tersebut yang disebut akan dilakukan bertahap setelah debut resminya di India. Asia Tenggara masuk dalam daftar pasar yang menjadi sasaran utama.

Motor listrik retro yang dibangun untuk menarik perhatian

Flying Flea C6 tidak diposisikan sekadar sebagai motor listrik biasa. Royal Enfield merancangnya sebagai lifestyle electric motorcycle yang memadukan gaya ikonik era perang dengan teknologi modern.

Inspirasi utamanya datang dari motor ringan militer era Perang Dunia II yang dikenal tangguh dan sederhana. Karakter itu kemudian dikemas ulang menjadi kendaraan urban premium dengan nuansa klasik yang kuat.

Desain khas yang sulit disamakan

Salah satu ciri paling menonjol ada pada penggunaan girder fork aluminium tempa atau forged. Komponen ini jarang ditemui pada motor modern dan memberi identitas visual yang sangat khas.

Bodi yang membulat, sentuhan retro yang kuat, dan finishing premium membuat Flying Flea C6 terlihat seperti motor koleksi. Karakter tersebut membedakannya dari banyak motor listrik lain yang cenderung tampil futuristis.

Spesifikasi yang sudah terungkap

DetailData
Baterai3,91 kWh
Jarak tempuhHingga sekitar 154 km
Kecepatan maksimalSekitar 115 km/jam
FiturABS dual-channel, kontrol traksi, panel instrumen digital TFT touchscreen

Di balik tampilannya yang klasik, Flying Flea C6 membawa perangkat modern untuk penggunaan harian di perkotaan. Kombinasi itu membuatnya relevan bukan hanya dari sisi gaya, tetapi juga dari fungsi mobilitas.

Harga di India dan potensi penyesuaian di kawasan

Saat diluncurkan di India, Flying Flea C6 dipasarkan di kisaran Rs 2,79 lakh atau sekitar Rp 51 jutaan. Skema Battery-as-a-Service bahkan bisa menurunkan harga menjadi sekitar Rp 36 jutaan.

Jika masuk ke Asia Tenggara, harga kemungkinan akan menyesuaikan pajak kendaraan listrik, biaya impor, dan regulasi lokal di masing-masing negara. Namun, posisinya tetap terlihat sebagai motor premium dengan target utama segmen gaya hidup urban.

Kehadiran Flying Flea C6 di dokumen resmi Indonesia dan Vietnam membuat langkah Royal Enfield di pasar listrik semakin menarik untuk dipantau. Bila peluncuran resminya benar terjadi dalam waktu dekat, model ini berpeluang menjadi salah satu motor listrik paling unik di kawasan karena menggabungkan nostalgia, teknologi, dan gaya dalam satu paket.

Berita Terkait